Menu

Mode Gelap

Headline

Sekolah Gratis di Jombang, tapi Ada 384 Anak Putus Sekolah SMP karena Ekonomi

badge-check


					Sekolah adalah bekal masa depan, putus sekolah berarti hilang harapan. Pemkab Jombang memberlakukan sekolah gratis, akan tetapi masih ada 384 anak putus sekolah di tingkat SMP. Menurut Dikbud Jombang , faktor utamanya karena ekonomi keluarga. Foto: yousay.id Perbesar

Sekolah adalah bekal masa depan, putus sekolah berarti hilang harapan. Pemkab Jombang memberlakukan sekolah gratis, akan tetapi masih ada 384 anak putus sekolah di tingkat SMP. Menurut Dikbud Jombang , faktor utamanya karena ekonomi keluarga. Foto: yousay.id

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM– Masalah anak putus sekolah (APS) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tetap menjadi isu krusial sepanjang 2025, dengan dampak ganda pada kualitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut E-Book Profil Pendidikan Kabupaten Jombang, dari 73.843 penduduk usia 13–15 tahun, sebanyak 384 anak atau 0,52% putus sekolah di jenjang SMP.

Angka ini mencerminkan siswa terdaftar yang gagal menyelesaikan masa belajar, mengancam target SDM unggul nasional dan memperlemah daya saing ekonomi Jombang di masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari, melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Iswahyudi Hidayat, menyoroti faktor ekonomi sebagai pemicu utama.

“Sekolah gratis, tapi biaya penunjang seperti seragam, transportasi, dan alat tulis membebani keluarga miskin,” katanya, Minggu (28/12/2025).

Dinamika keluarga memperburuk situasi: anak-anak terpaksa bantu orang tua bekerja atau terdampak perceraian, menghentikan pendidikan di tengah proses SMP—bukan saat transisi dari SD.

Fenomena ini tidak hanya menurunkan angka partisipasi sekolah, tapi juga menciptakan siklus kemiskinan: tanpa ijazah SMP, peluang kerja formal menipis, menekan PDB per kapita dan meningkatkan ketergantungan pada ekonomi informal.

Upaya dan Tantangan

Disdikbud Jombang merespons dengan sosialisasi, seragam gratis, pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP), dan pendampingan intensif. Guru wajib kunjungi rumah siswa absen lama untuk dorong kembalinya mereka ke kelas.

Namun, hambatan tetap ada: sebagian anak menolak, sementara yang lain pindah tanpa jejak, menyulitkan pendataan. Secara ekonomi, kehilangan 384 siswa berpotensi rugi  dalam produktivitas hilang 10 tahun ke depan, berdasarkan estimasi biaya pendidikan nasional Rp20–30 juta per siswa.

Disdikbud berkomitmen penuh: “Selama anak mau, kami fasilitasi hak pendidikannya. Pendidikan adalah investasi ekonomi jangka panjang untuk Jombang bebas kemiskinan,” tegas Iswahyudi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Kebakaran Timpa Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Penyebabnya Masih Misterius

21 April 2026 - 14:35 WIB

Aksi Massa APM Kepung Gedung DPRD Kaltim, Paksa Dewan Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:27 WIB

Jepang Tenang Hadapi Tsunami 3 Meter, Efek Gempat Magnetudo 7.4

21 April 2026 - 12:26 WIB

Kejati Jabar Menahan Oknum Jaksa Kejati Banten, Ivan Rinaldi Terlibat Penjualan Bukti Aset KSP Pandawa

20 April 2026 - 14:38 WIB

Kasus Hukum Jalan Terus, Inge Marita Duduk Simpuh Mohon Maaf kepada Lutviana

20 April 2026 - 12:57 WIB

Hadapi Aksi 214, Rudi Mas’ud Bangun Pagar Berduri 4 M dan 1.700 Personel Pengaman

20 April 2026 - 11:57 WIB

Poster digital ini diubggah akun Instagram@lambe_kaltim. Foto: instagran@lambe_kaltim

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Trending di Headline