Menu

Mode Gelap

Nasional

Safe House untuk Rapat Oknum BC dan Simpan Harta Haram Senilai Rp 40 Miliar Emas dan Logam Mulia

badge-check


					Para garong dari Direktorat Bea Cukai menyewa Save House di sebuah apartemewn untuk menyimpan harga suapan dan korupsi. KPK tengah mendalami siapa saja yang punya 'saham' dalam persewaan rumah aman itu. Foto: Instagram@batamnews.online Perbesar

Para garong dari Direktorat Bea Cukai menyewa Save House di sebuah apartemewn untuk menyimpan harga suapan dan korupsi. KPK tengah mendalami siapa saja yang punya 'saham' dalam persewaan rumah aman itu. Foto: Instagram@batamnews.online

Penulis: Yusran Hakim | Redaktur: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengetahui lokasi “safe house” oknum Bea Cukai sejak beberapa bulan lalu, tapi sengaja bungkam agar tidak mengganggu operasi tangkapan tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 5 Februari 2026.

Purbaya memberikan keterangan itu. usai pelantikan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).

Purbaya menegaskan telah menima sinyal dari penegak hukum soal lokasi rumah aman berbulan-bulan lalu, tapi memilih diam-diam demi kelancaran OTT.

Ia menyebut kasus ini sebagai “shock Therapy” yang membuktikan Kemenkeu “belum bersih total”, dengan ultimatum perbaikan citra DJBC dan DJP.

Menteri menyebut rumah aman tersebut merupakan tempat rahasia yang disewa oknum pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk menyimpan uang tunai Rp40 miliar serta emas dan logam mulia  3-5,3 kg,  hasil dugaan korupsi suap dan gratifikasi impor barang KW.

Kronologi OTT KPK

KPK menggelar OTT pada 5 Februari 2026 terhadap 17 orang terkait kasus suap impor barang palsu. Sebanyak 12 di antaranya oknum pegawai DJBC dan 5 dari pihak swasta PT Blueray. Dari jumlah itu, enam orang ditetapkan tersangka: tiga oknum Bea Cukai dan tiga swasta.

Lima tersangka ditahan selama 20 hari di Rutan KPK Gedung Merah Putih sejak 5 Februari 2026. Satu tersangka lainnya, Jhon Field (JF), dicegah ke luar negeri karena diduga melarikan diri. Identitas lengkap 11 oknum Bea Cukai lainnya yang diamankan belum diungkapkan KPK secara publik.

KPK akan dikirim ke OTT Bea Cukai pada 5 Februari 2026, akan baik-baik saja untuk memulai dengan RZL, SIS, dan ORL akan diidentifikasi kemudian.

  • Rizal (RZL), eks Direktur Penindakan Penyudikan DJBC periode 2024-Januari 2026.

  • Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC.

  • Orlando Hamonangan (THT), Kepala Seksi Intelijen DJBC.

Nama Lengkap Tersangka Swasta

  • Jhon Field (JF), Pemilik PT Blueray (melarikan diri, dicegah keluar negeri).

  • Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray.

  • Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional PT Blueray.

Rumah persembunyian yang ditemukan KPK diduga dikelola secara kolektif oleh kelompok tersangka ini, khusus untuk menyembunyikan hasil korupsi.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, “Punyanya siapa? Nanti kami cek dulu,” terkait pemilik atau penyewa apartemen tersebut. Penyidik ​​​​masih mengumpulkan bukti kepemilikan.

Ia sudah melakukan perombakan jabatan di kedua direktorat tersebut untuk menutup ah pengawasan, serta tegaskan prinsip “atasan bertanggung jawab atas bawahan” agar pimpinan tak kena imbas korupsi berulang.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Indonesia Panen Erupsi: Krakatau dan Semeru Meletus Bareng

6 September 2026 - 19:21 WIB

Demi Keamanan Garuda Libur Sampai Senin

6 September 2026 - 19:05 WIB

Horo Lontarkan Makian: TNI Bajingan! Aksi Blokade Jalur Pasokan Material ke PSN IPIP Kolaka

6 September 2026 - 18:47 WIB

Anak Krakatau Erupsi Semburkan Lava Pijar 15 Km: GetaranTerasa di Jabar, Banten dan Lampung

6 September 2026 - 07:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

6 September 2026 - 07:03 WIB

Yayasan ALIT Selenggarakan Diseminsi 673 Vegetasi dan Pranata Mangsa Tengger

6 September 2026 - 06:52 WIB

Mentan: Naiknya Harga Beras akibat Kecurangan Produsen

4 September 2026 - 19:49 WIB

Karhutla, Ditutup Total Kawasan Wisata Kawah Ijen

4 September 2026 - 19:39 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di Nasional