Menu

Mode Gelap

Nasional

Ritual Mistis Nebusin Digelar Agar Korban Kapal Tunu Ditemukan

badge-check


					Ritual agar korban cepat ditemukan Perbesar

Ritual agar korban cepat ditemukan

Penulis: Eko Winarto | Editor: Yobie Hadiwijaya

GILIMANUK, SWARAJOMBANG.COM-Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Sejumlah keluarga masih menanti kabar keberadaan kerabat mereka yang hingga kini belum ditemukan sejak insiden yang terjadi Rabu (2/7/2025) tengah malam.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif hingga Minggu (6/7/2025), menyisir perairan Selat Bali dari darat, laut, hingga udara. Namun, harapan keluarga belum juga membuahkan hasil.

Di tengah pencarian, sebuah prosesi spiritual dilakukan oleh keluarga korban di pesisir Pantai Gilimanuk, Bali. Ritual yang dikenal sebagai nebusin ini dipercaya sebagai bentuk penebusan atma (roh) dengan yadnya (persembahan), agar korban yang hilang segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.

Komang Surata (53), seorang sopir truk yang menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal, hingga kini belum ditemukan. Keluarga besar Komang melangsungkan ritual nebusin demi mempercepat proses penemuan.

“Ini adalah upacara penebusan roh agar cepat ditemukan, baik dalam keadaan selamat atau meninggal dunia. Kami mohon doa agar bisa segera dipertemukan,” ujar Jero Mangku Alit Suparini, keluarga korban.

Dalam ritual tersebut, keluarga membawa seekor ayam hitam, udeng (ikat kepala), dan pakaian milik korban. Ayam menjadi simbol penukar nyawa, sedangkan pakaian dan udeng digunakan untuk memanggil kembali sukma agar menyatu dengan raganya.

“Ayam hitam itu kami persembahkan sebagai simbol penukaran nyawa Komang Surata. Kami juga membawa baju dan udeng agar sukma beliau bisa kembali,” jelasnya.

Pihak keluarga meyakini, berdasarkan petunjuk spiritual, Komang telah terdampar, tetapi belum ditemukan. Terkait hal itu, mereka melakukan nebusin sebagai bentuk permohonan kepada leluhur.

Pencarian oleh tim SAR gabungan masih terus berlanjut dengan dukungan alat pendeteksi bawah laut dan pemantauan udara. Keluarga besar korban pun terus berharap mukjizat segera datang, dan semua korban dapat segera ditemukan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Abu Vulkanik Negatif, 8 Bandara Kembali Dibuka

8 September 2026 - 18:29 WIB

Pulihkan Penderita Lumpuh, RRT Izinkan Implan Cip NEO untuk Publik

8 September 2026 - 07:07 WIB

Menelisik Akar Terorisme (54): Ritual Goor Kaum Thug untuk Mencekik

8 September 2026 - 06:41 WIB

800 Karateka Meriahkan Gelar Gashuku II Lintas Kyokushin Jatim di Purwodadi

8 September 2026 - 06:07 WIB

IDAI Rilis 13 Rekomendasi Jaga Kesehatan Anak Hadapi Bahaya Debu Vulkanik

8 September 2026 - 05:29 WIB

Tiga KA Tambahan Perjalanan Kereta Menuju Jakarta, Imbas Anak Krakatau

7 September 2026 - 20:21 WIB

Subsidi Kecil, Beras RI Kalah Murah dari Vietnam dan Thailand

7 September 2026 - 19:44 WIB

Hasil Survei Kepuasan Publik Turun, Ketua Fraksi Gerindra: Early Warning Buat Subandi dan Mimik Idayana

7 September 2026 - 16:13 WIB

Capai Urus Korupsi, PM Albania Angkat AI Diela sebagai Menteri untuk Tangani Tender Proyek

7 September 2026 - 15:44 WIB

Trending di Nasional