Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya
LUMAJANG, SWARAJOMBANG.COM-Masalah putus sekolah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat hingga 2025, sebanyak 1.739 anak telah berhenti sekolah, terdiri dari 392 siswa tingkat SD dan 1.347 siswa tingkat SMP. Hal terjadi karena anak-anak memilih untuk menjadi penambang.
Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, maraknya pernikahan dini, hingga godaan bekerja sejak usia belia khususnya di sektor tambang pasir dan perkebunan.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan, banyak anak memilih berhenti sekolah karena tertarik bekerja di tambang. Penghasilan harian yang cukup tinggi menjadi alasan utama mereka.
“Kalau menambang sehari bisa dapat Rp 150.000 hingga Rp 200.000 dan itu cukup menggoda anak-anak,” ujar Bupati Indah Amperawati kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).
Parahnya lagi, pilihan ini sering didukung oleh orang tua lebih mementingkan penghasilan ketimbang pendidikan jangka panjang anak mereka.
Untuk mengatasi krisis ini, Pemkab Lumajang mengambil langkah serius. Indah Amperawati menegaskan, pemerintah siap menanggung seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah anak, asalkan mereka mau kembali belajar.
“Kami harus bekerja ekstra memberikan pemahaman bahwa pendidikan itu penting. Anak-anak harus tahu, mereka tidak selamanya bisa jadi kuli tambang,” tegasnya.
Selain tekanan ekonomi, tingginya angka pernikahan dini di Lumajang juga berkontribusi besar terhadap tingginya angka anak putus sekolah.
Banyak remaja perempuan berhenti sekolah setelah menikah di usia muda.
Untuk itu, Pemkab Lumajang bekerja sama dengan Kementerian Agama, PKK, serta berbagai organisasi masyarakat untuk menggelar edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya menikah muda.
Pemkab Lumajang berharap kerja sama lintas sektor dan dukungan masyarakat akan mampu menekan angka putus sekolah, dan membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih cerah.***











