Penulis: Hendro S. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- Baru saja direvitalisasi, terjadi inisden sekita 15 meter kanopi Pasar Ploso di Jombang roboh dan jatuh, Rabu (18/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa atau pun luka, hanya dua unit sepeda motor. Robohnya kanpi ini saat tidak ada hujan angin kencang, hanya terdengar suara kretek sebelum struktur sepanjang 15 meter lebih itu roboh dari selatan ke utara.
Bangunan pasar ini baru saja direvitalisasi akhir 2025 dan diresmikan awal 2026. Pedagang Sri Wahyuni saat itu mendengar suara kretek-kretek, kemudian kanopi itu jatuh. Bukian, karena ada hujan atau angin kencang, katanya.
Namun sehari sebelumnya terjadi hujan dan angin pada 17 Maret 2026, laporan spesifik Pasar Ploso tidak konfirmasi cuaca ekstrem saat kejadian. Pihak berwenang diduga akan selidiki kualitas konstruksi.
Kualitas konstruksi menjadi sorotan utama, mengingat pasar baru direvitalisasi akhir 2025 dengan anggaran miliaran rupiah dan diresmikan kurang dari tiga bulan lalu. Laporan sebelumnya saat proyek berlangsung mencatat keterlambatan pemasangan atap dan masalah sanitasi, serta rembesan air di beberapa titik.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUPR atau BPBD Jombang per 18 Maret 2026 pagi; dugaan sementara mengarah pada kelemahan struktur, mirip kasus bangunan baru lain di Jawa Timur. Tidak ada korban jiwa, hanya dua motor yang tertimpa.
Revitalisasi Pasar Ploso Jombang dinyatakan rampung pada akhir Desember 2025. Pekerjaan proyek sudah selesai per 23 Desember 2025, meski masih ada penataan akhir dan relokasi pedagang yang tertunda.
Proyek dimulai 18 Juli 2025 oleh CV Panama Karya dengan anggaran Rp3,5 miliar untuk rehabilitasi utama. DPRD Jombang melakukan sidak pada Oktober-November 2025 untuk memantau progres, dan pasar sempat disterilisasi sebelum peresmian awal 2026. **











