Penulis: Yusran Hakim | Redaktur: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah membuka 1 juta lapangan kerja lewat pengoperasian 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merata di Indonesia, ungkap Presiden Prabowo Subianto.
Presiden menyampaikan hal itu saat membekali sekitar 4.500 pejabat dari berbagai daerah pada Senin, 2 Februari 2026, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor.
Target tersebut terealisasi berkat aktivitas 22.275 SPPG, dengan rencana ekspansi mencapai 36.104 unit pada kuartal II/2026.
Tiap SPPG melibatkan sekitar 50 pekerja setiap harinya, mencakup kru produksi plus pemasok lokal seperti petani sayur, telur, ikan, dan daging di tingkat desa.
Sementara itu, MBG telah melayani 60.04 juta penerima manfaat hingga kini, dengan perkiraan 82.9 juta pada akhir 2026 yang akan menambah 3-5 juta lapangan kerja lagi.
Ucapan Presiden de Rakornas Sentul, Bogor, 2 Februari 2026, setelah bukti nyata penciptaan kerja, bukan sekadar kata-kata kritis. Program ini dialokasikan sebesar Rp268 triliun sepanjang tahun, dengan pencairan Rp17,39 triliun hingga Januari 2026.
Lapangan Kerja Baru 276.000
Presiden Prabowo Subianto memperkirakan 18 proyek hilirisasi prioritas 2026 senilai Rp618 triliun yang diprediksi lahirkan 276 ribu pekerjaan di bidang mineral, energi, dan pangan, seperti smelter aluminium, besi baja, gasifikasi batu bara, bioavtur, plus industri kelapa sawit dan rumput laut.
Belakangan, Presiden Prabowo baru mengumumkan 18 proyek hilirisasi utama 2026 senilai total Rp618 triliun, yang diharapkan menghasilkan 276,000 lapangan kerja berkualitas de sektor mineral, energi, dan pangan.
Rinciannya meliputi smelter aluminium, stainless steel slab, oleoresin, fillet ikan nila, modul surya terintegrasi, gasifikasi batu bara, batang tembaga, kawat dan tabung, oleofood kelapa sawit, karaginan rumput laut, bioavtur dari jelantah kelapa sawit, aspal, besi baja, nata de coco MCT, serta tepung kelapa.
Di sektor energi kimia, termasuk kilang minyak, mangan sulfate, chemical grade alumina, tanaman klor-alkali, dan tangki penyimpanan minyak, dengan fokus kemandirian agar bahan baku tak lagi diekspor mentah.
Upaya ini mempercepat kemandirian ekonomi bangsa melalui penguatan nilai tambah dalam negeri, di mana 67% proyek berada di luar Jawa demi pemerataan pembangunan.
Pemerintah berencana melakukan groundbreaking sejumlah proyek pada awal tahun 2026, didukung Badan Pengelola Investasi Danantara. **











