Menu

Mode Gelap

Nasional

Presiden Prabowo Minta Wartawan Keluar, karena Ingin Bicara dari Hati ke Hati dengan Akademisi

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto sedang berpidato pada acara Sarasehan Kebangsaan Komunitas Sinergi Tata Kelola Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026. Foto: instagram@cvault.id Perbesar

Presiden Prabowo Subianto sedang berpidato pada acara Sarasehan Kebangsaan Komunitas Sinergi Tata Kelola Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026. Foto: instagram@cvault.id

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Presiden Prabowo Subianto minta agar wartawan keluar gedung, karena presiden ingin bicara dari hati ke hati bersama 261 akademisi dari seluruh Indonesia.

Pertemuan itu bertajuk Sarasehan Kebangsaan Komunitas Sinergi Tata Kelola Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat, 26 Juni 2026.

Acara ini dihadiri  261 pimpinan perguruan tinggi dan ribuan dosen serta akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam momen yang menjadi sorotan, saat sesi berlangsung, Presiden meminta seluruh awak media dan wartawan yang bertugas untuk meninggalkan ruangan pertemuan.

Dengan nada santun namun tegas, beliau menyampaikan keinginannya untuk berbicara secara tertutup, berdiskusi “hati ke hati” bersama para akademisi.

“Saya minta rekan-rekan wartawan dengan segala hormat, tolong izinkan kami berbicara dulu, berdiskusi hati ke hati. Nanti setelah selesai saya akan beri keterangan,” ujar Presiden, yang terekam dalam video dan beredar luas di media sosial.

Presiden menjelaskan, di hadapan para rektor, dosen, dan peneliti, ia ingin memaparkan berbagai data, fakta, dan kondisi nyata bangsa yang perlu dikaji secara mendalam dan ilmiah.

Menurutnya, pembahasan ini bersifat mendasar, teknis, dan membutuhkan ruang diskusi yang leluasa agar bisa menghasilkan pandangan serta solusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

“Data dan fakta ini saya harap bisa dikaji secara ilmiah, menjadi bahan pemikiran, dan nantinya kita susun bersama langkah-langkah nyata untuk kemajuan bangsa,” tambahnya.

Keputusan ini bukan untuk menutup informasi, melainkan agar diskusi berjalan lebih bebas, terbuka, dan mendalam tanpa dikutip per bagian.

Setelah sesi tertutup selesai, Presiden berjanji akan memberikan keterangan pers dan poin-poin penting hasil pembicaraan kepada publik.

Sarasehan Kebangsaan KSTI ini menjadi wadah pertemuan antara pemerintah dan dunia akademik untuk menyamakan persepsi, merumuskan kebijakan, dan mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.

Kehadiran ribuan intelektual menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia.

Hingga saat ini, masyarakat menanti poin-poin hasil pembahasan yang akan disampaikan Presiden sebagai tindak lanjut dari dialog tertutup tersebut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MUI: Pria Berpakaian Wanita Haram saat Perayaan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Ini Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM

11 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Tarif Bus Trans Jatim Rp81 Berlaku 11-17 Agustus 2026

11 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Pusoko Dilantik Jadi KDAW Sumberteguh, Warsubi: Rangkul Semua Pihak Jangan Beda Bedakan Masyarakat

11 Agustus 2026 - 16:30 WIB

40 Tahun Vakum, Seni Gambus Misri Telah Bangkit Kembali Disambut Gen Z Jombang

11 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Sosok Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Terseret Dugaan Paksa Aborsi, Pemkot Surabaya Putus Kontrak

10 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pemilik Rumah Kontrakan Tak Perlu Khawatir, DJP Belum Siapkan Pajak Baru 2027

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

China Produksi Senjata Laser untuk Menembak Nyamuk, Kemampuan 30 Ekor/ Detik

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Indonesia Butuh Rp7,8 Triliun untul Ritual Bakar Obat Nyamuk dan Sejenisnya

10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Trending di Nasional