Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM — Setelah sempat vakum selama kurang lebih 40 tahun, kesenian tradisional khas Jombang, Gambus Misri Bintang 9, kini kembali menunjukkan pesonanya.
Puncak penyelenggaraan Festival Gambus Misri 2026 sukses digelar pada Senin (10/8/2026).
Acara seni ini dilaksanakan malam hari di Dusun Kendalsari, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, setelah rangkaian acara yang dimulai sejak Minggu, 9 Agustus 2026.
Festival budaya ini diselenggarakan oleh Komunitas Gambus Misri Bintang 9 dengan dukungan penuh dari Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Gambus Misri merupakan kesenian khas Jombang yang diciptakan oleh almarhum Pak Asfandi, seorang santri Tebuireng
. Uniknya, Gambus Misri meminjam struktur pertunjukan drama rakyat/ludruk yang kemudian memadukan beberapa unsur pertunjukan. Alunan musik gambus berirama Melayu.
Tarian yang terinspirasi dari gerakan Zapin serta alunan lagu-lagu Islami. Lawakan khas serta penyampaian alur cerita yang sarat pesan dakwah Islam, moral, dan nilai sosial.
Kesenian ini dihidupkan kembali oleh Yayasan Air Kita pada tahun 2018, setelah mati suri puluhan tahun, hingga akhirnya kembali mendapat ruang besar di hati masyarakat melalui ajang festival tahun ini.
Dalam laporan panitia, Ketua Penyelenggara dari Gambus Misri Bintang 9, Anasrul Hakim, menyampaikan bahwa festival ini merupakan gelaran kedua yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor.
Selain nguri-uri budaya, festival ini juga melibatkan produk UMKM warga lokal guna memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Harapan besar kami melalui kegiatan ini adalah menjadikan Desa Kendalsari sebagai salah satu Desa Wisata Edukasi Gambus Misri. Kami ingin kebudayaan ini tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga,” ujar Anasrul Hakim.
Hadir mewakili Warsubi Bupati Jombang, Wakil Bupati Salmanudin (Gus Wabup) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Kabupaten Jombang atas terselenggaranya festival ini.
Gus Wabup Salmanudin bernostalgia bahwa ia telah mengenal Gambus Misri sejak usia 12 tahun.
Ia menegaskan pentingnya regenerasi agar seni tradisional ini tidak punah di tengah gempuran zaman.
“Kesenian Gambus Misri memiliki karakter yang sangat khas. Namun, tantangan kita saat ini adalah masih banyaknya generasi muda yang belum mengenalnya secara utuh.” Tutur Gus Wabub itu.
Pemkab Jombang berkomitmen tinggi untuk terus mendampingi dan menyediakan ruang ekspresi, baik di Gedung Kesenian, Pendopo Kabupaten, maupun fasilitas pemerintah daerah lainnya, agar regenerasi ini terus berjalan.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Bakesbangpol Jombang Budi Winarno, S.T., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang Dra. Wor Windari, M.Si., dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jombang Nur Evva Maylia, S.STP., M.M., Forkopimcam Sumobito, budayawan senior Jombang Nasrul Ilahi, Mbah Saiman, serta para tokoh agama dan masyarakat.
Rangkaian Festival Gambus Misri 2026 yang berlangsung selama dua hari diisi dengan berbagai kegiatan:
- Hari Pertama (Minggu, 9 Agustus 2026): Diawali dengan senam sehat bersama warga, lomba mewarnai yang diikuti oleh 120 anak, pertunjukan seni antarsekolah, hingga penampilan Spectra Band yang membawakan lagu ikonik Gambus Misri “Selamat Datang” dan “Berdoa” dengan gaya musik modern.
- Sedangkan pada Malam Puncak (Senin, 10 Agustus 2026) menampilkan perpaduan unik antara generasi sepuh dan generasi penerus (Gen Z & Gen Alfa).
- Sesi pementasan malam puncak diawali oleh pertunjukan Teater Dermaga dari SMK Unggulan NU Mojoagung. Para pelajar Gen Z ini sebelumnya merupakan peserta Kemah Gambus Misri (Gambus Misri Camp 2026) yang digelar pada awal Juli lalu bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur. Mereka mempelajari teknik vokal, drama rakyat, dan musik gambus langsung dari para maestro, lalu menularkannya kepada rekan-rekan di sekolah mereka.
Selain itu para maestro Gambus Misri Bintang 9 juga tampil memukau. Pementasan semakin istimewa dengan kehadiran pembawa acara (MC) legendaris Gambus Misri era 1980-an, Aan Rosyadi dari Mawar Bersemi.
Melalui festival ini, kolaborasi antara para maestro sepuh dan semangat anak-anak muda menjadi titik balik bangkitnya kembali Gambus Misri sebagai kebanggaan warisan budaya Kabupaten Jombang.**











