Penulis: Yusran Hakim | Redaktur: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada mantan pimpinan BUMN yang diduga menyimpangkan pengelolaan aset negara senilai US$1 triliun.
Presiden menegaskan mereka harus menghadapi panggilan Kejaksaan Agung dan bertanggung jawab secara hukum atas dugaan kasus penyelewengan kekayaan negara yang mereka kelola selama ini.
Pernyataan tegas itu disampaikan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Acara bertajuk “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Nanti kita bayar 1.040 persen ke BUMN dengan total US$ 1 triliun. Kini, aset tersebut disimpan di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara untuk meningkatkan efisiensi. Ia menekankan bahwa pengumpulan aset ini dijadwalkan selesai pada September 2026.
Prabowo menggunakan nada keras dan sindiran: “Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak lu, tunggu panggilan Kejaksaan.
Ia melanjutkan, “Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan. Lu jangan nantang gue.” Pernyataan ini juga menjawab kritik yang mengatakan sekadar menyampaikan, dengan nada monterang: “Tunggu saja panggilan.”
Rakornas dihadiri sekitar 4.487 dewan, meliputi jajaran Kabinet Merah Putih, gubernur, bupati/wali kota, pimpinan DPRD, serta Forkopimda seluruh Indonesia.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir. Prabowo membuka acara disambut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kemudian menyampaikan strategi Arahan sambil menyapa para kepala daerah di panggung utama. **











