Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Polisi Temukan Bukti SBN Rp 700 Triliun dan Deposit BI Rp 45 Triliun saat Geledah Perpustakaan UIN Alaudin Makassar

badge-check


					Polisi menggeledah gedung perpustakaan UIN Alaudin, Makassar, tempat porduksi dan pengendali peredaran uang palsu, Ditemukan pula barang bukti berupa selembar SBN senilai fantastis Rp 700 triliun, dan sertipkat despit BI Rp 45 triliun. Tangkap layar video youtube@sulselsatu Perbesar

Polisi menggeledah gedung perpustakaan UIN Alaudin, Makassar, tempat porduksi dan pengendali peredaran uang palsu, Ditemukan pula barang bukti berupa selembar SBN senilai fantastis Rp 700 triliun, dan sertipkat despit BI Rp 45 triliun. Tangkap layar video youtube@sulselsatu

Tulisan: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

SWARAJOMBANG.COM, MAKASSAR– Peristiwa penggerebekan lokasi percetakan uang palsu di dalam kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,  Sulawesi Selatan sangat menggemparkan. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menggelar konferensi pers di Mapolres Goa, dimana awal pengungkapan kasus pencetakan uang palsu itu ditemukan, 19 Desember 2024.

Kapolda banyak memberikan info terbaru mengenai pengembangan kasus cetak dan pengedaran uang palsu yang dikedalikan dari dari gedung perpustakaan kampus Universitas Islam Negeri Alaudin, Makassar, yang sudah mulai beroperasi sejak 2010.

Kapolda juga mengungkap, penyidik juga berhasil menyita sindikat uang palsu yang beroperasi selama lebih dari 14 tahun,  menyita barang bukti berupa surat berharga dan sertifikat deposit Bank Indonesia (BI) dengan total nilai mencapai Rp 745 triliun.

Temuan surat berharga negara dan sertipikat di deposit BI itu membuktikan bahwa para sindikat itu telah berhasil mengumpulkan kekayaan luas biasa, melampaui orang terkaya di Indonesia.

Kronologi

  • Awal Desember 2024: Kasus ini mulai terungkap setelah polisi menerima laporan mengenai transaksi mencurigakan yang melibatkan uang palsu senilai Rp 500.000 di Kecamatan Pallangga, Gowa. Penyelidikan selanjutnya mengarah ke gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar sebagai lokasi produksi uang palsu
  • 16 Desember 2024: Polisi melakukan penggerebekan di dalam kampus dan menemukan uang palsu senilai Rp 446,7 juta serta mesin cetak yang digunakan untuk memproduksi uang palsu
  • 19 Desember 2024: Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyita surat berharga negara (SBN) senilai Rp 700 triliun dan sertifikat deposit di BI senilai Rp 45 triliun

Kini polisi telah menetapkan sebanyak 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka dalam operasi ini, termasuk pejabat kampus dan aparatur sipil negara (ASN). Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, diduga sebagai otak dari sindikat ini. Para pelaku memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencetak dan mendistribusikan uang palsu.

Kasus ini menunjukkan kompleksitas dan skala besar dari operasi pencetakan uang palsu yang telah berlangsung lama di lingkungan akademis. Penegakan hukum terus dilakukan untuk menuntaskan kasus ini dan mengungkap jaringan yang lebih luas di balik sindikat tersebut.

Ini Daftar Barang Bukti:

  • Mesin Pencetak Uang Palsu:
    • Tipe: GM-247IIMP-25, mesin cetak offset.
    • Asal: Dibeli dari Surabaya, Jawa Timur, dengan nilai sekitar Rp 600 juta
  • Surat Berharga:
    • Sertifikat Deposit Bank Indonesia (BI): Satu lembar fotokopi senilai Rp 45 triliun
    • Surat Berharga Negara (SBN): Satu lembar senilai Rp 700 triliun
  • Uang Palsu:
    • Pecahan uang rupiah emisi 2016 sebanyak 4.554 lembar pecahan Rp 100 ribu, serta pecahan lainnya yang belum terpotong dan beberapa lembar gagal produksi
    • Uang palsu dalam bentuk mata uang asing, termasuk:
      • 5000 won Korea Selatan.
      • 500 dong Vietnam, sebanyak 111 lembar
  • Peralatan Pendukung:
    • Tinta cetak, kaca pembesar, printer, timbangan digital, dan peralatan lainnya
    • Total terdapat 98 item barang bukti yang disita dalam operasi ini

Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari masyarakat mengenai transaksi uang palsu. Penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian mengarah pada penangkapan 17 orang, termasuk Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, Andi Ibrahim, yang diduga sebagai otak dari sindikat ini. Proses pembuatan uang palsu di kampus ini telah berlangsung sejak tahun 2010 dan sempat terhenti sebelum kembali aktif pada tahun 2022.

Pengungkapan ini menunjukkan betapa seriusnya praktik ilegal yang terjadi di lingkungan akademis dan dampaknya terhadap masyarakat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Tahun Pondok Gontor, KH Abdullah Sahal: Bapak Presiden, Kami Tetap Memilih Pendidikan!

20 September 2026 - 23:48 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

AI Menghabiskan Miliaran Air dan Listrisk Setara Jepang

20 September 2026 - 17:56 WIB

Rudal Houthi Serang Riyadh, Rudal Sasar Bandara King Khaled dan Meledak di Fasilitas Aramco

20 September 2026 - 09:09 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:35 WIB

Presiden Prabowo Pekikan 3 Kali: Free Palestine, Mau Heboh Terserah! Di Acara 100 Tahun Pondok Modern Gontor

19 September 2026 - 16:19 WIB

Izin Operasional PT Anissa Ahmada Dibekukan,1.900 Jamaan Tuntut Pengembalian Ongkos Haji Total Rp 56 Miliar

19 September 2026 - 15:29 WIB

Saksi Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa ke PN Tipikor, Sidang Gratifikasi Dirjen Djaka Budi

19 September 2026 - 14:45 WIB

SAR Hentikan Operasi Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau

19 September 2026 - 12:39 WIB

Trending di Nasional