Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Petani Madiun Tanam Durian Kawuk Raja Saingi Musang King, BRIN Siap Beri Sertifikat

badge-check


					BRIN bersipa memberikan sertipikat untuk buah durian bernama Kawuk Raja dari Madiun. Duian varitas baru ini mempunyau tekstru, rasa, dan kenimatan yang enak. Foto: sarwajombang.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

BRIN bersipa memberikan sertipikat untuk buah durian bernama Kawuk Raja dari Madiun. Duian varitas baru ini mempunyau tekstru, rasa, dan kenimatan yang enak. Foto: sarwajombang.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Bambang Tjuk Winarno | Editor: Priyo Suwarno

MADIUN, SWARAJOMBANG.COM – Petani di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kini bangga membudidayakan durian Kawuk Raja yang tak kalah istimewa dengan Musang King impor dari Malaysia.

Varietas lokal ini menawarkan rasa gurih yang melekat lama di lidah, tekstur creamy premium, dan aroma harum memikat, hingga menarik minat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk disertifikasi sebagai produk unggulan nasional.

Kawuk Raja menonjol dengan rasa manis seimbang bercampur gurih intens, daging berwarna kuning lemon cerah, tebal, padat, serta kering tanpa berlebih air.

Berbeda dari Musang King yang cenderung manis kelat dengan nuansa kuning keemasan, Kawuk Raja memberikan sensasi lebih kuat yang bertahan sepanjang hari, cocok sebagai camilan keluarga di suasana alam bebas.

Setiap kelopak buah berisi tiga biji lonjong menyerupai pisang, dengan volume daging mencapai 36-37% dari berat total—membuatnya mengenyangkan dan tahan lama tanpa cepat busuk. Aroma terapeutiknya langsung menyambut saat buah dibuka, seperti pelukan hangat dari alam.

Minat BRIN berawal dari kunjungan tim Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur ke Desa Segulung.

Dari berbagai varietas durian lokal yang diteliti, hanya lima yang lolos seleksi: Kawuk Raja sebagai yang terdepan, diikuti Bima, Kunir, Kendil, dan Balino.

Harwadi, Ketua Kelompok Tengah Petani Durian Desa Segulung, berbagi cerita saat ditemui koresponden di rumahnya pada Kamis (15/1/2026).

“Kami serahkan banyak sampel, tapi hanya lima jenis yang lolos untuk riset lanjutan. Kawuk Raja paling superior, rasanya dan teksturnya mampu menyaingi Musang King asli,” katanya.

Menurut Harwadi, keunggulan Kawuk Raja terletak pada daging tebal, padat, kombinasi manis-gurih, serta warna kuning mewah.

Riset awal BRIDA menyoroti potensi sertifikasi BRIN berkat volume daging tinggi, rasa premium, aroma khas, dan nilai kesehatan.  “Ini semakin memotivasi kami merawatnya secara intensif,” lanjutnya.

Warisan keluarga membuat Harwadi mengelola 350 pohon durian, termasuk 95 pohon Kawuk Raja yang kini laris manis.

Panen musim ini (November 2025-Januari 2026) menghasilkan lebih dari 2 ton, dengan harga melonjak ke Rp75.000-Rp90.000 per kg—naik dari Rp60.000-Rp70.000 tahun sebelumnya. Meski volume sedikit turun karena cuaca, kualitas tetap terjaga.

Desa Segulung memiliki ribuan pohon durian di lima kelompok petani: Selatan (Azis), Utara (Didik), Timur (Hardo), serta Barat dan Tengah (Harwadi).

Pohon mulai berbuah pada usia 7 tahun dan produktif hingga lebih dari 100 tahun, dibudidayakan melalui generatif (biji) atau vegetatif (okulasi) tanpa mengubah rasa asli induk.

“Saya lebih suka Kawuk Raja dari petani lokal ketimbang Musang King Malaysia. Gurihnya melekat berhari-hari di lidah!” ujar Yuli dan Purwadi, jurnalis setempat. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Harga Beras, Minyak dan Bawang Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:51 WIB

Wow..Harga Pertamax Naik Hampir Rp 4.000 per Liter

10 Juni 2026 - 15:24 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Trending di Ekonomi