Menu

Mode Gelap

Nasional

Perbatasan Probolinggo dan Lumajang 41 Kali Diguncang Gempa

badge-check


					Sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat serangkaian gempa di perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Kamis, 17 Juli 2025, hingga Jumat, 18 Juli 2025. (Beritasatu.com/Zulkiflie) Perbesar

Sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat serangkaian gempa di perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Kamis, 17 Juli 2025, hingga Jumat, 18 Juli 2025. (Beritasatu.com/Zulkiflie)

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Yobie Hadiwijaya

PROBOLINGGO, SWARAJOMBANG.COM-Wilayah perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diguncang rangkaian gempa bumi yang terjadi secara beruntun sejak Kamis (17/7/2025) hingga Jumat (18/7/2025) pagi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, telah tercatat sebanyak 41 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 1,9 hingga 3,3. Pusat gempa berada di sekitar Gunung Lemongan, Kecamatan Tiris, dengan kedalaman 16 hingga 17 kilometer.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa-gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, mulai dari retakan hingga tembok yang roboh di beberapa sisi bangunan.

Warga di Kecamatan Tiris, khususnya di Desa Segaran, dibuat panik karena getaran terus terjadi dalam dua hari terakhir.

Kepala Desa Segaran, Budi Utomo, membenarkan bahwa gempa pertama terjadi pada Kamis malam dan kembali terasa pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan magnitudo lebih besar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Forkopimca. Saat ini masih terus dilakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak,” kata Budi Utomo, Jumat (18/7/2025).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan hingga Jumat siang, sedikitnya lima rumah warga mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

“Sebagian rumah hanya mengalami keretakan ringan, tetapi ada juga yang temboknya ambruk di satu sisi. Kami masih menunggu laporan tambahan dari desa-desa lainnya,” jelas Oemar.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan Forkopimca Tiris telah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan asesmen cepat terhadap kondisi bangunan serta potensi dampak lanjutan.

Warga diminta untuk tetap waspada, mengingat gempa susulan masih mungkin terjadi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban luka atau jiwa akibat gempa.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Apabila rumah dianggap tidak aman, disarankan untuk sementara waktu tinggal di luar rumah atau tempat evakuasi yang lebih aman,” kata Oemar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sosok Runner-up Raka Raki Jatim 2026 Terseret Dugaan Paksa Aborsi, Pemkot Surabaya Putus Kontrak

10 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pemilik Rumah Kontrakan Tak Perlu Khawatir, DJP Belum Siapkan Pajak Baru 2027

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

China Produksi Senjata Laser untuk Menembak Nyamuk, Kemampuan 30 Ekor/ Detik

10 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Indonesia Butuh Rp7,8 Triliun untul Ritual Bakar Obat Nyamuk dan Sejenisnya

10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Taksiran Kenaikan APBD 2027 Hanya Rp167 Miliar Dibahas dalam Paripurna Dewan- Bupati Jombang

10 Agustus 2026 - 17:12 WIB

Koperasi Unggas Sejahtera Batang Bagikan 600 Ekor Ayam Gratis ke Warga, Ternyata Ini Protes

10 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Ipda Widodo Hari Berstatus DPO Polresta Malang, Dugaan Kasus Jual Beli Kaveling Tanah

10 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Enam Penonton Tewas 11 Lukaluka, Mobil Balap Hilang Kendali Drag Race di Kotamubagu

9 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Satpol PP Surabaya Ringkus Pencuri 7 Bangku Taman, Diangkut Pakai Ambulans

9 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Trending di Nasional