Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
SIDOARJO, SWARAJOMBANG.COM-Inspeksi mendadak dilaksanakan Bupati Sidoarjo H. Subandi terhadap proyek pembangunan Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo pada Jumat (5/12/2025). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus mencocokkan progres pembangunan dengan jadwal kontrak yang segera berakhir.
Dalam peninjauan tersebut, orang nomor satu Sidoarjo melihat langsung sejumlah titik konstruksi dan memberikan catatan terkait kualitas pekerjaan, penggunaan material, serta pengawasan konsultan. Ia menekankan pentingnya standar mutu agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Sebagai pimpinan daerah, saya ingin memastikan pekerjaan ini benar-benar sesuai standar. Beton harus memiliki penyangga yang kuat, dan material yang digunakan tidak boleh asal,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti laporan deviasi pekerjaan yang menurutnya perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Ia meminta agar pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan dilakukan lebih ketat, sehingga seluruh pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Kalau tidak sesuai target, tentu akan ada evaluasi. Saya berharap kontraktor bisa lebih profesional dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” tambahnya.
Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan Double Deck Parking merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dengan kapasitas dua lantai yang mampu menampung sekitar 125 mobil, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan pengunjung.
Ia menambahkan, pihak kontraktor telah menambah sekitar 60 tenaga kerja untuk mempercepat progres pembangunan.
Bupati Subandi berharap proyek senilai Rp23 miliar ini dapat selesai sesuai jadwal dan memenuhi standar mutu. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan harus ditunjang oleh fasilitas yang aman dan layak, sehingga masyarakat Sidoarjo mendapatkan layanan terbaik dari pemerintah daerah.
Ditemui terpisah, Roy pelaksana proyek menyatakan bahwa keterlambatan ini banyaknya provider (tiang-tiang) tak segera dicabut meski sudah dilaporkan sehingga terlambat satu bulan penuh.****











