Menu ✖

Mode Gelap

Headline

AKBP Robby: Foto yang Beredar di Medsos Hasil AI, Novel Baswedan: Ini Kejahatan Terorganisasi!

badge-check


					AKBP Robby: Foto yang Beredar di Medsos Hasil AI, Novel Baswedan: Ini Kejahatan Terorganisasi! Perbesar

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Hingga 15 Maret 2026, belum ada laporan penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Kasus telah naik ke tahap penyidikan oleh Polda Metro Jaya, dengan polisi masih mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang menunjukkan dua orang naik motor.

Polres Jakarta Pusat sedang mendalami saksi, TKP, dan identitas pelaku yang diduga terorganisir.

Kapolres AKBP Roby Saputra dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan tim bekerja cepat untuk pengungkapan.

Foto wajah pelaku yang viral di media sosial ternyata hasil generasi AI, bukan asli.

Andrie Yunus mengalami luka bakar 24% di wajah, mata, dada, dan tangan kanan; ia dirawat intensif di RSCM dengan operasi mata.

Mengutuk

Aktivis seperti Novel Baswedan dan Anies Baswedan menjenguk serta mendesak pengusutan tuntas hingga aktor intelektual.

Koalisi masyarakat sipil menuntut perlindungan HAM dan penangkapan segera.

Novel Baswedan, mantan penyidik KPK mengutuk keras penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS.

Karena dia merasakan sendiri betapa keji perbuatan itu, karena korban akan tersiksa lahir batin sepanjang hidupnya.

Ia menilai serangan ini sebagai upaya pembunuhan terorganisasi karena pelaku sengaja menyiram cairan ke wajah korban, yang berpotensi menyebabkan gagal napas hingga kematian atau cacat permanen.

Pernyataan
Novel menyatakan keyakinannya bahwa tindakan pelaku sangat jahat dan tidak berperikemanusiaan.

“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh… Kalau area muka kena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” ujarnya dalam jumpa pers Koalisi Masyarakat Sipil,  13 Maret 2026.

Ia juga mendesak Polri mengusut tuntas, termasuk aktor intelektual di baliknya, setelah melihat rekaman CCTV yang menunjukkan serangan terorganisir.

Insiden terjadi pada 12 Maret 2026 malam di Jakarta Pusat, usai Andrie menghadiri podcast di YLBHI.

Novel membandingkannya dengan pengalamannya sendiri dan mendesak perhatian Presiden serta Kapolri untuk penanganan serius.

Polri sedang memburu pelaku, dan Novel mengapresiasi langkah cepat tersebut.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kebakaran Ruang Produksi dan Gudang Air Kemasan di MTs Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang

5 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Bahlil: Tarif Listrik Selama Oktober Tak Berubah

5 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Menelisik Akar Terorisme (65): Suku Indian Diasingkan di Tanahnya Sendiri

5 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Deni Chandra Irawan Warga Mojowangi Jombang, Jasadnya Ditemukan di Pantai Popoh Tulungagung

5 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Vicky Prasetyo Pukul KO Dede Sunandar Hingga Pingsa, Ajang

5 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Persembahan Musikulasi Pancasila 1 Oktober dari Olivia Zalianti, Isyana Sarasvati dan Ndaru Kusumo

5 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Perempuan 21 Tahun Telepon ke 110 Polres Gresik, Mengaku Bacok Pacarnya Hingga Tewas

3 Oktober 2026 - 21:55 WIB

174 Jiwa Selamat dari Pembajakan FlyDubai, PM Modi Video Call dengan Pilot Smit Machchhar

3 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Setelah Kabinet Jumbo, Presiden Prabowo Melantik Watimpres Gajah dari 9 Orang Jadi 26 Orang

3 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Trending di Nasional