Menu

Mode Gelap

Nasional

Pemerintah Indonesia Berencana Beri Kerja Jutaan Pemulung dan Sekolahkan Anaknya

badge-check


					Jutaan pemulung akan dapat kerja (Ist) Perbesar

Jutaan pemulung akan dapat kerja (Ist)


Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mencatat terdapat sekitar 4,2 juta pemulung di Indonesia, dengan 50 persen di antaranya tidak memiliki KTP.

Pemerintah berencana memberikan pekerjaan bagi para pemulung itu serta memasukkan anak-anak mereka ke Sekolah Rakyat.

Wakil Kepala BP Taskin, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa data tersebut diperoleh dari Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dan masih akan diverifikasi lebih lanjut oleh pemerintah.

BP Taskin sedang bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan berbagai pihak terkait untuk mendata masyarakat yang selama ini tidak terjangkau sistem administrasi kependudukan.

“Anak-anak yang berada di jalanan akan dimasukkan ke boarding school. Sementara orang tuanya diberikan mata pencaharian, baik dengan bekerja, berdagang, atau mengikuti program transmigrasi,” ujar Nanik dikutip CNN Indonesia dalam konferensi pers di Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (18/3).

Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan bagi masyarakat miskin secara umum, tetapi juga kelompok miskin ekstrem dan mereka yang selama ini tidak terdata.

Sekolah ini akan menyediakan asrama dan diharapkan mampu membantu anak-anak jalanan mendapatkan pendidikan yang layak serta keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Menurut Nanik, upaya ini bertujuan agar kemiskinan tidak terus diwariskan ke generasi berikutnya.

“Kami ingin membantu masyarakat yang benar-benar berada di lapisan terbawah, yang selama ini hidup di jalanan dan mewarisi kemiskinan dari orang tua mereka,” jelasnya.

Menteri Sosial Gus Ipul meminta informasi tersebut segera ditindaklanjuti bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dengan proses verifikasi dan validasi data yang melibatkan pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat berpotensi diperluas hingga jenjang perguruan tinggi. Ia mengklaim pemerintah akan mendorong lulusan yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Kami sepakat untuk memberikan inkubasi dan menyalurkan lulusan Sekolah Rakyat ke program strategis pemerintahan Presiden Prabowo, seperti pembangunan 3 juta rumah dan program Makan Bergizi Gratis,” jelas Budiman.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:49 WIB

Pemilik Percetakan Merantai 3 Karyawan, Dituduh Mencuri dan Dimintai Tebusan Rp50 Juta/Orang

27 Juni 2026 - 16:30 WIB

Suhu Naik Hingga 39°C, Belanda Terancam Dehidrasi Masal dan Gangguan Kesehatan

27 Juni 2026 - 15:51 WIB

Presiden Prabowo Minta Wartawan Keluar, karena Ingin Bicara dari Hati ke Hati dengan Akademisi

27 Juni 2026 - 15:06 WIB

Pria Ini Diduga Sengaja Tinggalkan Jasad ASN Bangkalan di Area Parkir Bandara Juanda

27 Juni 2026 - 10:21 WIB

Kemenhan Evaluasi Latsarmil bagi Calon Manajet KDMP, Korban Meninggal 4 Orang

27 Juni 2026 - 10:12 WIB

Demo `Warga Surabaya Turun ke Jalan Berujung Ricuh di Grahadi

26 Juni 2026 - 20:12 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:34 WIB

Usia 98 Tahun Kiai Tar Tausyiah 2,5 Jam Pengajian Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso

26 Juni 2026 - 12:11 WIB

Trending di Nasional