Menu

Mode Gelap

Nasional

Peluang Bisnis Ternak Unta di Indonesia

badge-check


					Ternak unta di Mojokerto Perbesar

Ternak unta di Mojokerto

Penulis:Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM-Usaha ternak dengan budidaya unta di Indonesia dulu terasa mustahil. Apalagi, unta terkenal sebagai hewan khas gurun, sehingga dianggap kurang cocok untuk budidaya di Indonesia yang tropis dan lembap. Sehingga selama bertahun-tahun, masyarakat cenderung membudidayakan sapi, kambing, atau domba sebagai hewan ternak.

Namun, pandangan itu mulai berubah. Baru-baru ini, salah satu pengusaha ternak Indonesia berhasil membuktikan bahwa unta ternyata bisa hidup di Indonesia. Tentunya dengan metode yang tepat. Keberhasilan tersebut membuka peluang menarik. Tidak hanya dalam sektor peternakan, tetapi juga di industri hewan kurban yang semakin berkembang.

Semua berawal dari Faisal Effendi yang dulunya mengembangkan sapi dan ternak konvensional. Namun, mulai 2025, ia mengambil langkah berani dengan mengimpor beberapa ekor unta langsung dari Australia. Unta-unta tersebut ia budidayakan secara serius di kawasan Berkah Wafa Farm, Desa Watesnegoro, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Hewan asli Timur Tengah yang Faisal datangkan dari Australia ini tidak hanya dipelihara. Melainkan juga timnya kembangkan untuk tujuan edukasi di berbagai kebun binatang seperti di Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Langkah itu menjadi perhatian publik karena dianggap tidak lazim. Namun justru menunjukkan bahwa inovasi di bidang peternakan sangat terbuka luas di Indonesia.

Jadi Alternatif Baru untuk Hewan Kurban

Menariknya, budidaya unta di Indonesia kini tidak hanya sebatas untuk edukasi atau koleksi di sejumlah kebun binatang. Berkat Berkah Wafa Farm, kini banyak orang mulai tertarik menjadikannya sebagai alternatif hewan kurban. Terutama dari kalangan tertentu yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.

Dalam perspektif syariat, unta memang termasuk hewan yang sah untuk berkurban saat hari raya Idul Adha tiba. Sebagaimana yang berlaku di negara-negara Timur Tengah. Meskipun di Indonesia belum menjadi tradisi umum, tren ini mulai menemui peminat. Terutama karena dianggap memiliki nilai prestise sekaligus keunikan tersendiri.

Beberapa pembeli bahkan secara khusus mencari unta untuk kebutuhan kurban di sini. Baik sebagai bentuk ibadah maupun simbol kemampuan finansial. Hal itu membuat budidaya unta memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan jika mengembangkannya secara serius. Meski modal awalnya memang relatif lebih tinggi dari sapi.

Tips Memulai Ternak Unta di Indonesia

Tak hanya Faisal Effendi, kesempatan untuk mencoba budidaya unta di Indonesia sebenarnya juga terbuka lebar bagi masyarakat lain. Khususnya yang tertarik dan mulai ancang-ancang terjun ke bidang peternakan. Meskipun masih tergolong baru, ada beberapa langkah dasar yang bisa menjadi acuan seperti berikut ini.

– Pertama, pemilihan bibit menjadi hal yang sangat penting. Umumnya, anakan unta dapat kita peroleh dari Australia atau langsung Arab Saudi. Keduanya sudah terbukti memiliki kualitas genetik baik dan adaptasi yang lebih stabil terhadap kondisi lingkungan.
– Selanjutnya, kandang harus sesuai dengan kebutuhan unta. Di beberapa peternakan seperti milik Faisal, terdapat kandang khusus berukuran sekitar 10×10 meter untuk setiap kelompok kecil. Kandang juga memiliki lapisan pasir sungai tipis. Tujuannya supaya menyerupai habitat aslinya sekaligus membantu kenyamanan hewan.
– Ketiga, pada siang hari unta biasanya dilepas di area terbuka yang memiliki padang rumput khusus. Hal ini bertujuan agar unta dapat mencari makan secara alami sekaligus menjaga kondisi fisiknya tetap sehat dan aktif.
– Meski tergolong hewan dengan kebutuhan minum sedikit, namun air juga tetap perlu ada di sejumlah titik. Ini untuk memastikan unta-unta terhidrasi dengan baik.
– Terakhir, dari sisi perawatan, unta tergolong hewan yang relatif mudah pemeliharaannya. Daripada sapi atau kambing, unta lebih tahan terhadap penyakit. Bahkan mereka telah memiliki daya adaptasi yang kuat terhadap kondisi lingkungan yang bervariasi.

Budidaya unta di Indonesia memang masih tergolong baru, namun potensinya cukup besar untuk masa depan. Dengan inovasi, keberanian mencoba, serta manajemen peternakan yang tepat, unta bisa menjadi salah satu alternatif hewan kurban bernilai tinggi. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa sektor peternakan di Indonesia terus berkembang dan tidak terbatas pada pola yang sudah ada. Jika serius mengelola, budidaya unta bukan hanya menjadi peluang bisnis, tetapi juga bagian dari transformasi industri peternakan modern di Indonesia. ****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dedi Mulyadi Bayar Denda Rp240 Juta dan Pulangkan 4 TKW yang Disekap di Libya

15 Mei 2026 - 14:06 WIB

Satu Pasien Meninggal, Evakuasi saat Kebakaran di Lantai V Pusat Layanan Jantung RSUD Dr. Soetomo

15 Mei 2026 - 10:22 WIB

Pemerintah Pastikan Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan Segera Cair

14 Mei 2026 - 19:58 WIB

Skema KPR Fleksibel, Tenor Bisa Sampai 40 Tahun

14 Mei 2026 - 19:35 WIB

HM Basuki Pejabat ‘Rahasia’ KDMP: Rekrutmen Ini adalah Titipan Pejabat Jombang

14 Mei 2026 - 18:19 WIB

Hybrid Eco-Engineering Jadi Senjata Hadapi Banjir Rob Pantura

14 Mei 2026 - 18:02 WIB

Gus Ipul Mencopot Dua Pejabat Kemensos, Soal Lelang Sepatu Rp700.000/ Pasang

14 Mei 2026 - 09:24 WIB

Mendag Pastikan Stok Minyakita Aman Meski Harga Naik

13 Mei 2026 - 18:53 WIB

ESDM Tegaskan CNG 3 Kg Hanya Alternatif, Bukan Pengganti LPG

13 Mei 2026 - 18:35 WIB

Trending di Nasional