Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Tembus Penutupan Rp 17.000, Terburuk Sepanjang Sejarah

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-Nilai tukar rupiah tembus penutupan Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sepanjang masa. Senin (30/3), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 17.002 per dolar AS.

Rupiah mencatat penutupan perdagangan terburuk sepanjang masa. Termasuk intraday, kurs rupiah sempat menyentuh angka terburuk Rp 17.224 per dolar AS pada 7 April 2025 lalu saat pengumuman tarif perdagangan oleh Presiden AS Donald Trump.

Lebih kuat, kurs rupiah Jisdor hari ini masih bertahan di bawah level Rp 17.000 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 36 atau 0,21% menjadi Rp 16.993 per dolar AS.

Lonjakan harga minyak menjadi sentimen paling negatif bagi rupiah. Hingga saat ini, pemerintah masih menahan harga bahan bakar minyak (BBM). Artinya, kebutuhan subsidi BBM akan menjadi jauh lebih besar.

Ketegangan geopolitik, harga minyak yang tinggi, dan arus keluar modal yang terus-menerus menyebabkan pelemahan rupiah dan juga mata uang Asia.

Harga minyak brent kontrak Mei 2026 hari ini melonjak 2,53% menjadi US$ 115,42 per barel. Harga minyak naik dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Total kenaikan harga minyak brent dalam tiga hari mencapai 12,91%.

Tak cuma rupiah, pelemahan juga terjadi pada ringgit Malaysia yang tertekan 0,54%. Won Korea melemah 0,36%.

Peso Filipina melemah 0,29%. Dolar Taiwan melemah 0,19%.

Dolar Singapura melemah 0,15%. Rupee India melemah 0,09%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%.

Sejumlah mata uang Asia mampu menguat di tengah mayoritas pelemahan. Yen Jepang menguat 0,44%.

Baht Thailand menguat 0,17%. Yuan China menguat 0,006%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat dalam lima hari perdagangan beruntun. Hari ini, indeks dolar menguat 0,13% menjadi 100,28.

Indeks dolar telah kembali ke atas level 100 sejak Jumat (27/3) lalu.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran terus berlanjut dan melejitkan harga minyak lebih tinggi. Trump mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran dapat segera tercapai.

Belum ada komentar dari Iran bahwa konsesi semacam itu telah ditawarkan. Sebelumnya, Iran secara terbuka mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan dengan AS.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasokan Gas Terbatas PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim

22 September 2026 - 20:40 WIB

Beras Fortifikasi Menyumbang Kenaikan Harga

21 September 2026 - 19:06 WIB

Kuwalahan Permintaan, FIlipina Stop Ekspor Ubi Ungu, Peluang Emas Indonesia

20 September 2026 - 18:32 WIB

Harga Emas Jadi Rp2,623 Juta Per Gram, Naik Rp25.000

18 September 2026 - 20:31 WIB

PPn Dipastikan 11 Persen, Tidak Naik

18 September 2026 - 20:11 WIB

Pajak Market Place Mulai 1 November 2026

17 September 2026 - 16:30 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik

13 September 2026 - 19:24 WIB

Seminggu Harga Emas Melemah Rp33 Ribu/Gram

13 September 2026 - 19:13 WIB

Harga Cabai Melonjak, Bapanas Upayakan FDP

13 September 2026 - 19:04 WIB

Trending di Ekonomi