Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno
MOJOKERTO, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai secara langsung meninjau kondisi korban dugaan keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mojokerto, Kamis (14/1/2026).
Insiden ini menimpa ratusan siswa, santri, serta guru di Kecamatan Kutorejo setelah mengonsumsi soto ayam MBG yang disediakan SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 pada 9 Januari 2026.
Kunjungan Pigai berlangsung di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (Gus Barra). Menteri menyoroti urgensi pemulihan psikologis atau trauma healing bagi para korban, di samping penanganan medis fisik.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh mengalangi kelanjutan program MBG secara keseluruhan.
Pigai mencurigai faktor utama keracunan berasal dari ketidakbersihan makanan yang dipasok SPPG tersebut. Oleh karena itu, ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua penyedia MBG. Saat itu, sekitar 77 hingga 140 korban masih menjalani perawatan inap di berbagai rumah sakit dan puskesmas.
Sementara itu, operasional SPPG sudah ditangguhkan untuk mendukung penyelidikan bersama yang melibatkan polisi, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta BGN. Sampel makanan sedang diuji laboratorium guna menentukan penyebab pasti kejadian. **











