Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Menko PMK Muhadjir: Agar Lebih Cepat, Pembiayaan Penanganan Stunting Bisa Lintas Sektoral

badge-check


					Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab sedang berbincang dengan Menko PMK, Muhadjir Effendy mengenai stunting di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (12/9/2022). (Foto: Dinas Kominfo Jombang) Perbesar

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab sedang berbincang dengan Menko PMK, Muhadjir Effendy mengenai stunting di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (12/9/2022). (Foto: Dinas Kominfo Jombang)

Penulis: CR! | Editor: Muhammad Tauhid

JOMBANG, SWARAJOMBANG.comMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Pemkab Jombang hendaknya menggunakan pembiayaan lintas sektoral dalam penanganan stunting agar lebih cepat dan efisien.

“Dalam penanganan stunting pembiayaan tidak hanya dari satu sektor, tapi bisa multisektoral mulai APBD, Dana Desa dan pusat melalui Kemensos RI, agar stunting dan kemiskinan ekstrem ini tuntas,” kata Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Jombang, Senin (12/9/2022) sore.

Dalam kunjungan kerja ke Jombang kali ini Muhadjir disambut Bupati Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, serta sejumlah pejabat.

Dalam ramah-tamah tersebut  Menko Muhadjir sempat berbincang terkait penanganan stunting di Jombang.

“Jadi kedatangan kami untuk memastikan apakah program prioritas dari Bapak Presiden, terutama pembangunan SDM berjalan di lapangan,” tutur Muhadjir Effendi.

Salah satu program prioritas Presiden, diantaranya percepatan penanganan stunting dengan target 14 persen di 2024.

“Ada juga penanganan kemiskinan ekstrem, diharapkan 2024 nanti bisa tuntas dan tidak ada lagi, khususnya di Jombang,” tambahnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, Pudji Umbaran menyampaikan saat ini kasus stunting di Jombang terdeteksi ada 13 persen dari total penduduk di Jombang sebanyak 1,3 juta jiwa.

“Angka ini lebih rendah daripada target temuan nasional,” tuturnya.

Hanya saja, lanjut Pudji, dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan, masih ditemukan data keluarga yang berpotensi stunting mencapai 20 persen dari total jumlah penduduk di Jombang.

“Dan warga inilah kita cegah jangan sampai terjadi stunting baru,” tambah dia.

Munurut Puji, data 20 persen itu berasal dari beberapa kategori. Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, balita dan anak usia di bawah dua tahun.

“Ini juga kami potret mulai dari penyebabnya, apakah karena mungkin kemiskinan, ketidaktahuan, penyakit atau karena dampak lingkungan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Viral Achmat Syahri Main Games dan Merokok Saat Rapat, Besok akan Diperiksa Partai Gerindra

14 Mei 2026 - 13:53 WIB

Kasus Hantavirus di Indonesia, Mayoritas Tipe HFRS

11 Mei 2026 - 20:50 WIB

Keracunan Menu MBG Timpa 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya, Baru Pertama Dapat Sajian Daging

11 Mei 2026 - 19:14 WIB

Gegara Sepatu Kekecilan, Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia

4 Mei 2026 - 14:58 WIB

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Trending di Collection