Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Menko Muhadjir kepada Mahasiswa Indonesia di Jerman: Kalian Calon Penerus Peradaban Bangsa

badge-check


					Menko PMK, Muhadjir Effendy saat makan malam bersama para mahasiswa Indonesia di Bonn, Jerman. lMuhadjir berpesan bahwa mereka adalah para penerus bangsa. (Foto: SWARAJOMBANG.,com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK, Muhadjir Effendy saat makan malam bersama para mahasiswa Indonesia di Bonn, Jerman. lMuhadjir berpesan bahwa mereka adalah para penerus bangsa. (Foto: SWARAJOMBANG.,com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Ipong D Cahyono

BONN, JERMAN, SWARAJOMBANG.com Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkunjung ke Kota Bonn, Jerman untuk meninjau dan berbincang dengan para mahasiswa Indonesia penerima beasiswa LPDP mengenai kondisi perkuliahan yang sedang dijalani dan rencana ke depan seusai tamat dari bangku perkuliahan.

Muhadjir yang juga selaku Ketua Dewan Penyantun LPDP mengatakan, setelah para mahasiswa dinyatakan lulus dari perguruan tingginya masing-masing diharapkan dapat membawa ‘oleh-oleh’ selama belajar di ‘negeri panzer’ untuk turut membantu pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalian (mahasiswa) sebagai generasi calon penerus peradaban bangsa mengembang misi yang berat di sini. Semoga ketika pulang (ke Indonesia) nanti memiliki langkah taktis dan sumbangsih yang akan diberikan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ucap Muhadjir seperti dilaporkan wartawan SWARAJOMBANG.com Anwar Hudijono dari Bonn, Jerman, Rabu (11/10/2023).

Muhadjir juga turut memberikan penjelasan mengenai perubahan global yang terjadi sangat cepat dan kompleks. Hal itu dibarengi dengan volatilitas yang tinggi dan situasi yang sangat sulit diprediksi.

Oleh karena itu, Muhadjir berpesan agar momentum pembelajaran berharga yang sedang ditempuh oleh para mahasiswa di Jerman dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih Jerman memiliki sejarah pertumbuhan yang sangat panjang sebelum menjadi negara maju.

“Jangan hanya belajar soal ilmu, jangan hanya belajar soal teknik, tetapi juga belajar tentang etos kerja, standar moral dan etika yang diberlakukan di negara ini yang telah diakui sebagai negara maju,” ucap Muhadjir setelah mendengarkan berbagai macam ungkapan yang disampaikan oleh para mahasiswa.

Selain itu, Muhadjir mengatakan pemerimtah Indonesia saat ini juga terus berupaya penuh menyelesaikan segala bentuk masalah yang belum terselesaikan, seperti indeks pembangunan manusia yang masih perlu ditingkatkan, penanganan angkatan kerja yang belum seimbang dengan lapangan kerja, prevalensi stunting hingga kemiskinan ekstrem.

Kendati demikian, Muhadjir menggambarkan bahwa sejumlah masalah itu telah mendapati tren positif melalui berbagai macam kebijakan yang disusun dalam program strategis nasional. Tren positif tersebut sedang terus dikontrol oleh pemerintah agar terus konsisten hingga mencapai target-target yang ditetapkan.

“Permasalahan ini sedang didorong solusinya oleh pemerintah. Namun, upaya-upaya ini juga nantinya perlu diteruskan oleh kalian ketika menjadi bagian dari pemimpin bangsa,” imbuhnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Keputusan MK: Cabut Hak Pensiun Anggota DPR, Hasil Perjuangan Lita Gading dan Syamsul

16 Maret 2026 - 18:58 WIB

Bupati Warsubi Resmikan Gedung Al Aimmah dan Open House Ponpes Modern El-Haq Putra di Bareng

25 Januari 2026 - 19:20 WIB

Menteri Mochamad Irfan Didampingi Bupati Jombang Resmikan AIM dan AIBIS Milik Ponpes Al-Aqobah

25 Januari 2026 - 15:46 WIB

Kontrak Rp 1,65 Triliun, Waskita Karya Bangun 5 Sekolah Rakyat Termasuk di Jombang

22 Januari 2026 - 11:58 WIB

SDN 1 Batuporo Timur Sampang Punya 33 Siswa, tetapi Tiap Hari Terima 63 Porsi MBG

21 Januari 2026 - 19:51 WIB

Dua Remaja Pelajar SMP Digerebek Warga Kabuh Jombang, Tertangkap Basah Mesum di Kuburan Malam Hari

20 Januari 2026 - 19:38 WIB

Orang Tua dan Sekolah Minta Evaluasi Total Pasokan Makanan dari SPPG Miftahul Ulum

20 Januari 2026 - 18:50 WIB

Bantah Pungli SMAN Bandarkedungmulyo Rp3.320 Juta, Kadiknas Jatim: Tidak Ada Paksaan!

20 Januari 2026 - 18:30 WIB

Trending di Ekonomi