Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Menko Muhadjir Cek Bansos Langsung ke Warga Miskin

badge-check


					Menko PMK Muhadjir Effendy blusukan menemui warga miskin ekstrem dan stunting di Desa Krangganharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/5/2023) untuk mencek langsung program bantuan sosial. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK Muhadjir Effendy blusukan menemui warga miskin ekstrem dan stunting di Desa Krangganharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/5/2023) untuk mencek langsung program bantuan sosial. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Hadi S Purwanto

GROBOGAN, SWARAJOMBANG.com Terkesan tidak peduli namanya masuk bursa calon Wakil Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pilih blusukan menemui warga masyarakat  miskin ekstrem dan rentan stunting di Desa Krangganharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/5/2023).

Ikut mendampingi Muhadjir antara lain, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Blusukan Muhadjir membawa misi melakukan cek langsung kepada pihak yang berhak menerima bantuan sosial. Tidak sekadar dari laporan tertulis. Dia melakukan dialog langsung dengan masyarakat.

Dari blusukan itu akhirnya Muhadjir mendapati informasi bahwa masih terdapat beberapa warga yang belum mendapatkan skema bantuan sosial PKH dan belum masuk dalam data DTKS.  Selain itu, masih ada beberapa warga yang belum masuk keanggotaan BPJS Kesehatan.

Untuk itu, Muhadjir meminta pihak desa mendata warganya yang miskin ekstrem dan rentan stunting untuk bisa dimasukkan sebagai penerima PKH dan didaftarkan BPJS Kesehatan. Pihak desa agar  bergotong royong membantu melalui anggaran Dana Desa, dan juga membantu memenuhi asupan gizi dengan swadaya masyarakat dan memberikan makanan tambahan yang bergizi.

Dia juga meminta pemerintah daerah untuk bisa memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni, yang masih memiliki rumah dengan genteng bocor dan lantai tanah supaya bisa direnovasi.

Sri Sumarni  menjelaskan,  permasalahan stunting di wilayahnya berdasarkan SSGI 2022 masih sebesar 19,3 persen. Sementara, masalah Kemiskinan Ekstrem berdasarkan data BPS 2022 sebesar 2,29 persen.

Berbagai program telah dilakukan pihaknya, seperti program Gercep Stunting (Gerakan Cegah Stunting) yang menyasar remaja, ibu hamil, baduta, balita, dan keluarga berisiko stunting. Juga dilakukan perbaikan sistem manajemen data menggunakan aplikasi Atasi Stunting. Serta penguatan pendataan sinkronisasi kebijakan, dan juga bapak asuh anak stunting.

“Kami berharap penuh didukung dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Grobogan. Komitmen kita bersama, masalah stunting di Kabupaten Grobogan bisa menurun, dan kemiskinan ekstrem memenuhi target yang diharapkan,” jelas Sri.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Harga Beras, Minyak dan Bawang Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:51 WIB

Wow..Harga Pertamax Naik Hampir Rp 4.000 per Liter

10 Juni 2026 - 15:24 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Trending di Ekonomi