Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
BANDUNG, SWARAJOMBANG.COM– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Bobby Rasyidin resmi mencapai kesepakatan strategis untuk proyek Kereta Kilat Pajajaran.
Jalur ini akan menghubungkan Jakarta ke Bandung hanya dalam 1,5 jam, didukung komitmen dana Rp8 triliun dari APBD Pemprov Jabar.
Proyek ambisius ini memaksimalkan jalur eksisting melalui modernisasi canggih, seperti teknologi tilting train dan penghapusan perlintasan sebidang. Hasilnya, waktu tempuh dipangkas dari 3 jam menjadi 1,5 jam, dengan tiket tetap terjangkau Rp150.000–Rp200.000.
Rute juga direncanakan ekspansi ke Tasikmalaya (3 jam) dan Banjar (3,5 jam), guna pemerataan ekonomi di Priangan Timur.
Kajian teknis dimulai 2026, diikuti pembangunan 2027–2030. Pendanaan bersumber APBD Jabar Rp2 triliun per tahun (total Rp8 triliun), plus skema “Saham Warga Jabar” dan kemitraan swasta. Berbeda dengan Whoosh KCJB, Kilat Pajajaran fokus pada kereta konvensional berkecepatan tinggi.
Kolaborasi ini juga mencakup revitalisasi Stasiun Bandung bergaya heritage 1884, flyover senilai Rp1 triliun, serta gerbong logistik khusus pertanian untuk tekan biaya pangan. Pakar transportasi menilai proyek realistis jika prioritas difokuskan pada Rp6 triliun untuk target 2 jam.
Rahasia Kecepatan
Teknologi tilting train jadi kunci utama dalam Kajian Teknik Indonesia (KTI). Sistem ini memiringkan badan kereta hingga 8 derajat saat menikung tajam di lintas Jakarta-Bandung (radius 150–600 meter), menangkal gaya sentrifugal agar akselerasi lateral penumpang di bawah 0,1g—nyaman seperti perjalanan biasa.
Aktuator hidrolik atau elektrik di bogie bekerja otomatis via sensor kecepatan dan sudut rel, mirip pembalap MotoGP yang condong saat belokan. Lintas ini punya 100+ tikungan curam; tilting dorong kecepatan rata-rata 112 km/jam (dari 80 km/jam saat ini), potong waktu jadi 1,5–2 jam tanpa rel baru.
Simulasi Universal Mechanism validasi pengurangan akselerasi lateral 30–50%, dengan cant rail standar (maks 110 mm). Kajian abaikan irregulasi rel untuk baseline, ditambah eliminasi 50+ perlintasan sebidang dan flyover yang tingkatkan throughput hingga 20 kereta/jam. Prototipe uji statis pastikan distribusi beban roda merata, siap integrasi kontrol aktif 2026. **











