Menu

Mode Gelap

Nasional

Mantan Wapres Jusuf Kalla Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

badge-check


					Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Foto: Ist. Perbesar

Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Foto: Ist.

Penulis: Mulawarman  | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBABG.COM-Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)  menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan disampaikan di Jl. Brawijaya, Jakarta Selata, Minggu, 1 Maret 2026.

Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

JK menyatakan, “Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat.” Kata dia tetang meninggalnya tokoh utana Iran itu.

Kalla menyayangkan serangan itu dilakukan di tengah perundingan AS-Iran, menyebutnya tidak sesuai etika diplomatik, dan mengakui adanya pergolakan internal di Iran.

Situasi Iran
JK mencatat Iran terpecah menjadi tiga kelompok besar: pemerintah, reformis, dan pendukung monarki lama Pahlavi, dengan demonstrasi baru-baru ini.

Meski begitu, Jusuf Kalla etap berduka atas kematian Khamenei dan menyerukan Indonesia menghentikan konflik sebagai negara Islam terbesar.

Jusuf Kalla (JK) memberikan analisis mendalam tentang situasi politik Iran dalam pernyataannya pada 1 Maret 2026.

JK mengidentifikasi tiga kelompok utama di Iran: kelompok pemerintah, kelompok reformis yang menginginkan perubahan setelah 39 tahun kekuasaan, serta kelompok pendukung monarki lama Pahlavi.

Ia menegaskan demonstrasi besar sebulan sebelumnya menunjukkan pergolakan internal, dan dua kelompok oposisi justru “senang” dengan kematian Khamenei.

Kecam
JK mengecam serangan AS-Israel saat perundingan nuklir Iran-AS sedang berlangsung di Wina, menyebutnya melanggar etika diplomatik, terutama di bulan Ramadan.

Ia menyoroti pola agresi AS yang berulang, seperti di Venezuela (penculikan Maduro), Afghanistan, Irak, dan Suriah.

JK memperingatkan lonjakan harga minyak global, gangguan logistik Timur Tengah, dan kesulitan puluhan ribu WNI umrah pulang.

Ia pesimistis Presiden Prabowo bisa mediasi karena ketidakseimbangan kekuatan, tapi minta RI aktif berdamai sebagai negara Islam terbesar.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pertamax Turbo Naik Tajam, Dexlite Anjlok Rp3.600 per Liter

8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Awas Sidoarjo Terancam Darurat HIV-AIDS: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru Total 7.129 Penderita

8 Juni 2026 - 17:28 WIB

Hadi Atmaji Pimpin Rapat Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:47 WIB

Gempa Magnetudo 7.7 di Mindanao, Getaran Terasa di Indonesia Utara

8 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polisi Situbondo Gercep Tangkap Suami yang Menghabisi Istrinya Gegara Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 22:28 WIB

Viral Juragan Truk Ikat Tangan dan Pukuli Sopir Gunakan Batang Kayu, Polisi Gercep Meringkus Pelaku

7 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:59 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

MA Sudah Keluarkan Vonis, Yemahura: PT Delta Surya Belum Mau Bayar Rp1,4 Miliar

6 Juni 2026 - 19:19 WIB

DPRD Jombang Bahas Ranperda Miras dan Larangan Oplosan, Negara Harus Lindungi

5 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di Nasional