Menu

Mode Gelap

Ekonomi

LIRA LDC Hapus Batas Usia dalam Rekrutmen, Soroti Peluang Kerja Inklusif bagi Disabilitas

badge-check


					LIRA LDC Hapus Batas Usia dalam Rekrutmen, Soroti Peluang Kerja Inklusif bagi Disabilitas Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM- LIRA Disability Care menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer yang ingin menghapus persyaratan batas usia dalam melamar pekerjaan. Ketua LIRA Disability Care (ldc), Abdul Majid menilai langkah ini sebagai terobosan untuk membuka peluang kerja yang lebih inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas yang selama ini terhambat oleh aturan usia dalam dunia kerja.

Dalam pernyataannya pada 4 april 2025, Majid yang juga sebagai manajer Lembaga pelatihan kerja gadisku learning center itu menyoroti data ketenagakerjaan penyandang disabilitas yang masih jauh dari optimal. “Menurut Badan Pusat Statistik dalam Indikator Pekerjaan Layak di Indonesia 2023, hanya 763.925 penyandang disabilitas yang bekerja pada 2023, atau kurang dari 0,55% dari total tenaga kerja nasional,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa angka ini meningkat dari 720.748 orang pada 2022, sebagaimana tercatat dalam “Long Form Sensus Penduduk 2020” oleh BPS, namun masih menunjukkan potensi besar yang belum tergali.

“Persyaratan usia sering menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas, terutama mereka yang memulai karier lebih lambat karena tantangan pendidikan atau stigma social dan banyak kasus masyarakat yang mengalami kedisabilitasan mulai dari umur produktif karena factor kecelakaan atau factor medis lainnya.

Dengan mayoritas bekerja di sektor informal—lebih dari 50% sebagai wirausaha—penghapusan batas usia bisa membuka akses ke pekerjaan formal,” lanjut mahasiswa magister kebijakan public universitas airlangga Surabaya itu.

Alumni beasiswa Australia award scholarship itu menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin hak kerja tanpa diskriminasi.

“Kebijakan afirmasi ini wajib harus segera diimplementasikan minimal 1 persen di sector swasta dan minimal 2 persen di sector public bumn/bumd agar terwujud rasa keadilan bagi setiap warga negara yang ingin mendapatkan penghidupan sejahterah dengan pekerjaan layak, tegasnya”.

Wamenaker Immanuel Ebenezer sebelumnya menyatakan keinginannya untuk mengusut asal-usul aturan batas usia dalam rekrutmen, yang dinilainya sebagai penghambat kesempatan kerja. Pernyataan ini memicu diskusi luas, terutama di kalangan pekerja yang merasa terdiskriminasi oleh kriteria usia.

LIRA Disability Care optimistis bahwa penghapusan batas usia dapat meningkatkan partisipasi kerja penyandang disabilitas, yang diperkirakan mendekati 800.000 orang pada 2024 berdasarkan tren data BPS.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta untuk menyediakan pelatihan vokasi dan pendampingan, agar penyandang disabilitas dari berbagai usia bisa bersaing secara adil,” tambah pemuda disabilitas asal kabupaten sidoarjo itu.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Produksi Naik, Peternak Ayam Rugi Besar

14 Juni 2026 - 19:51 WIB

BI Rate Naik ke 5,5%, Industri Properti Terancam Makin Lesu

12 Juni 2026 - 19:25 WIB

Harga Beras, Minyak dan Bawang Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:51 WIB

Wow..Harga Pertamax Naik Hampir Rp 4.000 per Liter

10 Juni 2026 - 15:24 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Trending di Ekonomi