Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KARAWANG, SWARAJOMBANG.COM – Jumat asore yang mencekam, 21 November 2025, langit Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat, berubah menjadi saksi bisu sebuah drama penyelamatan nyawa.
Sebuah pesawat Cessna milik BRO Skydive Indonesia dengan nomor registrasi PK-WMP yang tengah melaju dari Tangerang menuju Cirebon, mengalami malapetaka saat mesin tiba-tiba kehilangan daya dorongnya.
Dengan detik-detik yang terasa seperti selamanya, pilot berpengalaman Eko Agus Nugroho (46) berjuang mengendalikan pesawat yang mulai berputar-putar genting di langit, mencari tempat selamat untuk mendarat darurat.
Pilihan itu jatuh pada hamparan persawahan basah, jauh dari pemukiman, demi menghindari korban yang lebih besar.
Ketegangan meningkat, namun dengan keahlian dan keberanian luar biasa, Eko berhasil menuntun pesawat dengan lima awak yang menahan napas, mendarat dengan selamat di tengah ladang yang hijau basah oleh hujan.
Tak satu pun luka serius menghantui mereka. Co-pilot Ibnu Barkah Romadioni (33), teknisi Rizky Dwi Andrea (38), serta Nur Andi dan seorang kru lain, menyaksikan bagaimana pilot mereka mengubah krisis menjadi keberhasilan.
Segera setelah pendaratan dramatis itu, kelima korban dievakuasi ke Puskesmas Tirtamulya untuk pemeriksaan menyeluruh, di bawah pengawasan ketat aparat kepolisian, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah.
Informasi resmi menyatakan mereka dalam kondisi stabil, tanpa luka serius, dan peristiwa ini menjadi bukti nyatanya kepiawaian dan keberanian para awak Cessna dalam menghadapi bahaya yang mengintai di tengah perjalanan.
Ipda Cep Wildan, Kasi Humas Polres Karawang, menegaskan, pesawat ini memang bukan pesawat komersial biasa, melainkan milik perusahaan skydiving yang memang dirancang untuk pelatihan dan olahraga terjun payung. Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam setiap penerbangan, sekecil apapun jenisnya.
Karawang beruntung hari ini, karena nyawa berhasil diselamatkan, dan langit kembali tenang setelah drama yang mengguncang hati itu terlewati dengan mujizat keselamatan.**











