Menu

Mode Gelap

Nasional

Lima Hari setelah Bencana, Gubernur Jateng Sambangi Warga Korban Banjir Bandang Gunung Slamet

badge-check


					Netizen telah menyuaraan secara lantang akan terjadinya bahasa longsor mirip di Sumut, Aceh dan Sumbar. Disebutkan kawasan gubung Slamet, Jawa Tengah merupakan titik rawan terjadi bencana longsor, karena maraknya penambangan liar pasir dan batu andesit di kawasan hutan gunung Slamet. Foto: vivanews.com Perbesar

Netizen telah menyuaraan secara lantang akan terjadinya bahasa longsor mirip di Sumut, Aceh dan Sumbar. Disebutkan kawasan gubung Slamet, Jawa Tengah merupakan titik rawan terjadi bencana longsor, karena maraknya penambangan liar pasir dan batu andesit di kawasan hutan gunung Slamet. Foto: vivanews.com

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

PEMALANG, SWARAJOMBANG.COM – Hujan lebat hingga 150 mm/hari sejak akhir Januari 2026 memicu banjir bandang dan longsor dahsyat di lereng Gunung Slamet, merusak rumah warga, wisata Guci, tambak ikan, serta menyapu lumpur dan puing ke wilayah Tegal, Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga.

Curah hujan ekstrem sejak 23-24 Januari membasahi lereng curam Gunung Slamet dengan tanah latosol yang gembur, aliran DAS padat, dan kemiringan melebihi 64%. Akibatnya, sungai meluap membawa kayu serta batu ke hilir, merusak infrastruktur dan lahan pertanian.

Pemprov Jateng melalui DLHK dan ESDM menyatakan cuaca ekstrem plus kondisi geologi alamiah sebagai penyebab utama, bukan aktivitas tambang, meskipun WALHI menuding deforestasi dan konversi lahan. Upaya rehabilitasi hutan kini digenjot untuk cegah erosi berkelanjutan.

Warga geram atas respons Pemprov Jateng yang terkesan lamban, dengan media sosial dipenuhi tagar “tidak ada gubernurnya” saat bencana melanda Pemalang hingga Purbalingga. Mereka menyoroti minimnya kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi. BPBD pun waspada terhadap potensi longsor susulan.

Kunjungan Gubernur

Pada 30 Januari 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi blusukan langsung ke lokasi bencana di lereng Gunung Slamet, terutama Pemalang. Ia klaim penanganan sudah optimal, termasuk pendataan korban dan kerugian, relokasi 80 rumah rusak di Pemalang, serta percepatan di Purbalingga.

Luthfi koordinasi dengan Kementerian Kehutanan usul status Gunung Slamet jadi taman nasional untuk mitigasi jangka panjang.

Ia tekankan pemulihan hutan, perbaikan sawah tergenang, bantuan kesehatan, serta pendidikan anak korban, sambil cek dampak tambang liar yang bukan faktor dominan. Kunjungan ini respons atas keluhan warga soal keterlambatan.

Gubernur Ahmad Luthfi serahkan bantuan simbolis hampir Rp700 juta berupa logistik makanan, non-makanan, pakaian, mainan anak, hunian sementara, dan kebutuhan pokok via BPBD Jateng. Tambahan beras, obat-obatan, serta dana stimulan sudah disalurkan ke korban di Pemalang dan Purbalingga.

Ia janjikan inventarisasi detail korban untuk bantuan lanjutan, pengklaiman asuransi lahan sawah, sekolah darurat, posko kesehatan, serta relokasi ratusan rumah ke huntara dan huntap. Total dari provinsi capai Rp950,3 juta, ditambah Rp225 juta dari Baznas untuk sandang, pangan, dan pengobatan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Berjanji akan Datang Kembali ke Penutupan Muktamar, jika KTA NU Sudah Jadi

28 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Dinamika Ekonomi Susutkan Pasar Mi Instan Indonesia Sebesar 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Dewan Siap Mundur jika UU Perampasan Aset Koruptor Tidak Selesai 15 Desember 2026

27 Agustus 2026 - 17:50 WIB

12 Skenario Aparat Hadapi Demonstran, Syamsul: Sampai Sekarang Belum Ada Draft UU Perampasan di Publik

27 Agustus 2026 - 03:23 WIB

Kamis 27 Agustus 2027, Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke 35 NU di Jombang

26 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Massa Madura RMP4 Pendukung Prabowo Juga Turun Aksi Demo di Senayan, Bersama AMPB Pati dan GERAM Mahasiswa

26 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Bapanas Pastikan Stok Beras RI Aman untuk Hadapi El Nino

26 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Purbaya Kecewa Data DTSEN Amburadul padahal Anggarannya Rp7 T

26 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Setelah Gunung Kidul, PNIB Guyurkan 99.999 L Air Bersih di 11 Desa Bojonegoro

26 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Trending di Nasional