Penulis: Sri Muryanto | Editor: Piryo Suwarno
KETAPANG, SWARAJOMBANG.COM- Kasus demi kasus terus terjadi, per tanggal 8 Februari 2026, jumlah siswa korban dugaan kercaunan perkedel dari MBG sudah mencapai total 417 siswa Jumlah di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, demikian penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawan.
Ia menduga para siswa itu keracunan perkedel tahu, menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terus bertambah, yang disajikan pada tanggal 4 Februari 2026.
Kadinkes Ketapang Feria menambahkna bhawa semula ada 340 korban pada 6 Februari 2026, memicu tenda darurat di Puskesmas Marau total mencapai 417 siswa dan hingga saat hanya delapan siswa yang masih dirawat.
Insiden dimulai pada 4 Februari 2026 setelah siswa menyantap menu MBG berupa nasi, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi-wortel, dan puding; laporan masuk pada 5 Februari dengan awalnya 162 korban.
Jumlah melonjak menjadi 340 orang pada 6 Februari, terdiri dari 9 siswa SD, 144 SMP, 73 SMA, 101 SMK, plus guru dan petugas MBG. Update terbaru 8 Februari mencatat 417 orang terdampak, dengan dugaan penyebab perkedel tahu.
Hingga 8 Februari 2026, hanya 8 orang masih dirawat: 5 di Puskesmas Marau dan 3 di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, sementara ratusan lainnya telah pulih dan dipulangkan. Dua pasien sempat dirujuk awal karena kondisi serius, tapi sebagian besar membaik; hasil lab sampel makanan masih ditunggu.
Yayasan Surya Gizi Lestari dilaporkan oleh LBH Kapuas Raya Indonesia (KRI) Ketapang ke Polres Ketapang atas dugaan kelalaian dan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen. LBH menuntut audit prosedur makanan dan restitusi penuh untuk korban, termasuk biaya pengobatan.**











