Menu

Mode Gelap

Nasional

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkap progres rencana revitalisasi landasan pacu (runway) di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Langkah ini ditempuh guna meningkatkan kapasitas bandara agar mampu melayani kebutuhan maskapai penerbangan dengan pesawat udara berbadan lebar (wide body) secara optimal, khususnya bagi penerbangan haji dan umrah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono menjelaskan wacana peningkatan infrastruktur tersebut telah masuk tahap pembahasan intensif antarpemangku kepentingan terkait.

Menurut dia, revitalisasi ini mendesak untuk dilakukan agar pelayanan pemberangkatan maupun kepulangan jemaah haji dan umrah dapat berjalan secara maksimal dan efisien dengan kapasitas pesawat yang lebih besar.

“[Landasan pacu] Bandara Juanda akan direvitalisasi, memanfaatkan runway yang terdapat di sebelah utara,” ucap Nyono, Jumat (17/7/2026).

Bandara Internasional Juanda saat ini memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Spesifikasi tersebut sebenarnya sudah mampu menampung berbagai jenis pesawat Boeing dan Airbus berukuran medium.

Namun, Pemprov Jatim menargetkan peningkatan kapasitas landasan pacu yang lebih tinggi agar bandara tersibuk di Jawa Timur ini dapat didarati pesawat berukuran raksasa, seperti Airbus A380 maupun Boeing 777 secara rutin dengan kapasitas muatan maksimum yang diizinkan (full payload).

“Ditingkatkan supaya pesawat berbadan lebar bisa masuk [dapat masuk secara reguler]. Jadi, [landasan pacu Bandara Juanda] yang utara itu dipelihara dahulu dalam rangka memperbaiki runway yang sekarang,” ujarnya.

Rencana ini diharapkan menjadikan Bandara Juanda dapat menampung pesawat berbadan lebar, misalnya Airbus A380 serta Boeing 777-300ER secara reguler. Sebab, hanya segelintir bandar udara di Tanah Air yang mampu menampung kedua jenis pesawat ini karena membutuhkan infrastruktur yang sangat memadai.

Beberapa bandara di Tanah Air yang mampu mengakomodasi pesawat udara berbadan lebar tersebut antara lain adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Yogyakarta, hingga Bandara Internasional Nusantara.

Pemprov Jatim optimistis eskalasi kapasitas landasan pacu tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas jemaah haji dan umrah. Namun, juga menjadi stimulus baru untuk menggaet kunjungan wisatawan mancanegara serta investasi asing ke Jawa Timur.

“Diharapkan [landasan pacu Bandara Juanda] bisa menampung pesawat berbadan lebar. Mudah-mudahan [Boeing] 777 bisa masuk [tanpa pembatasan muatan], dan Airbus A380 bisa masuk,” jelas Nyono.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, pemerintah segera merevitalisasi fasilitas penunjang di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Revitalisasi, ungkap dia, akan diprioritaskan pada infrastruktur landasan pacu agar dapat melayani kebutuhan maskapai penerbangan dengan pesawat udara berbadan lebar.

“Diharapkan Bandara Juanda bisa menampung pesawat-pesawat berbadan besar, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat Jawa Timur. Khususnya, seperti bisa terbang langsung ke Jeddah dan Madinah untuk melayani masyarakat Jawa Timur yang akan melaksanakan ibadah umrah dan haji,” katanya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Cinta Laura Perankan Dua Karakter Berbeda di Series WeTV ‘Sleeping With The Enemy’

17 Juli 2026 - 20:58 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Proyek SRRL Fase Pertama Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:13 WIB

BPOM: Lebih dari Separo Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:55 WIB

Trending di Nasional