Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Komisi D DPRD Jombang Gelar RDP Bahas RKA Dinsos 2026: Fokus Data Bantuan

badge-check


					Komisi D melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinso Jombang, membahasa bansos kepada masyarakat. Pastikan antara dan data dan lapangan harus sama. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto Perbesar

Komisi D melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinso Jombang, membahasa bansos kepada masyarakat. Pastikan antara dan data dan lapangan harus sama. Foto: swarajombang.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat pada Senin, 19 Januari 2026. Agenda utama membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinsos tahun 2026, khususnya optimalisasi distribusi bantuan sosial bagi warga.

Rahmat Agung Saputra, Sekretaris Komisi D DPRD Jombang, menekankan bahwa diskusi difokuskan untuk menjamin kelancaran semua program bantuan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ia memuji kinerja Dinsos yang selama ini telah efektif menyalurkan dana ke masyarakat.

“Kami pastikan bantuan sosial tahun 2026 tetap lancar seperti sebelumnya. Terlebih, sekitar 60 persen anggaran Dinsos langsung mengalir ke masyarakat,” kata Rahmat.

Menurutnya, proporsi anggaran yang besar untuk bantuan sosial patut diapresiasi, tapi memerlukan pengawasan ketat agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi yang berhak menerima.

Di sisi lain, Kepala Dinsos Jombang, Agung Hariadi, mempresentasikan hasil evaluasi rencana kerja serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026. Paparannya mencakup enam program prioritas, 14 kegiatan, dan detail subkegiatan yang sudah dianggarkan.

“Kami paparkan evaluasi rencana kerja DPA 2026, termasuk enam program utama, 14 kegiatan, serta rincian subkegiatannya,” ungkap Agung.

Selain isu anggaran, Komisi D juga menekankan urgensi sinkronisasi data antar-OPD, terutama terkait Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Keselarasan data ini krusial untuk memastikan bantuan dari APBD Jombang benar-benar sampai ke penerima yang tepat.

“Untuk bantuan APBD seperti Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) jaminan kesehatan, data Dinsos dan Dinkes harus selaras dengan DTSEN,” tambahnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Beri Proyeksi Ekonomi Buruk, Bank Dunia Minta Maaf

21 April 2026 - 21:19 WIB

Harga Minyak Goreng Kemasan Naik, Mendag Ungkap Penyebab 

21 April 2026 - 21:09 WIB

Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400 di Jakarta

21 April 2026 - 21:03 WIB

Kontribusi 2025 Hanya 25,6 %, Dewan Rekomendasi Bupati agar Naikkan PAD Jombang

21 April 2026 - 20:53 WIB

Polres Jombang Ungkap Temuan Jasad di Megaluh, Korban Pembunuhan di Purwoasri Kediri

21 April 2026 - 17:01 WIB

Kebakaran Timpa Gedung Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Penyebabnya Masih Misterius

21 April 2026 - 14:35 WIB

Aksi Massa APM Kepung Gedung DPRD Kaltim, Paksa Dewan Ajukan Hak Angket terhadap Gubernur Rudi Mas’ud

21 April 2026 - 13:27 WIB

Jepang Tenang Hadapi Tsunami 3 Meter, Efek Gempat Magnetudo 7.4

21 April 2026 - 12:26 WIB

PKB Mobil Listrik: Wuling AirEV Rp3,78 Juta, BYD Atto 1 Rp4,95 Juta

20 April 2026 - 21:04 WIB

Trending di Ekonomi