Menu ✖

Mode Gelap

Headline

KH Yusuf Hasyim Kiai Militer Pejuang Nasional Menerima Bintang Mahaputera Utama

badge-check


					Kolase dua foto KH Yusuf Hasyim, tokoh NU yang juga disebut sebagai Kiai Militer yang mendapat tanda penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: kolase/biogarfi Perbesar

Kolase dua foto KH Yusuf Hasyim, tokoh NU yang juga disebut sebagai Kiai Militer yang mendapat tanda penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: kolase/biogarfi

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |    Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM- KH Muhammad Yusuf Hasyim, tokoh NU dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, mendapat anugerah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta.

Anugerah ini diberikan sebagai penghargaan atas jasa besar beliau dalam perjuangan kemerdekaan, sebagai Komandan Banser Nasional pertama, serta pengembangan dunia pendidikan melalui pesantren.

Yusuf Hasyim, yang lahir 3 Agustus 1929, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Sejak muda, ia aktif sebagai Komandan Kompi Laskar Hizbullah, pasukan pejuang bentukan NU yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Resolusi Jihad dan pertempuran melawan Belanda. Selain itu, ia juga terlibat dalam penumpasan PKI pada 1948 dan 1965.

Gus Irfan adalah nama panggilan dari KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, putra dari KH Yusuf Hasyim dan cucu dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Setneg

Sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun, ia memperluas institusi pendidikan dengan mendirikan SMP, SMA, dan Universitas Hasyim Asy’ari.

Selain bidang pendidikan dan perjuangan, KH Yusuf Hasyim juga menonjol dalam seni dan budaya pesantren.

Ia mendirikan perguruan pencak silat NH Perkasya dan membina kesenian orkes gambus. Ia juga berperan dalam film “Walisongo,” menandakan sikap progresif dan keterbukaan terhadap seni sebagai sarana dakwah.

Pesantrennya terbuka pada perkembangan seni dan menjalin hubungan dengan seniman ternama seperti WS Rendra dan Sawung Jabo.

Selain anugerah Bintang Mahaputera Utama, KH Yusuf Hasyim sedang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pengusulan ini didukung oleh warga Jombang dan Gubernur Jawa Timur sebagai pengakuan atas kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan dan kontribusinya di bidang pendidikan dan Nahdlatul Ulama.

Di bawah ini beberapa catatan kiprah KH Yusuf Hasyim:

  • Pada usia 16 tahun, Yusuf Hasyim sudah bergabung dengan Laskar Hizbullah dan terpilih sebagai Komandan Kompi Laskar Hizbullah Jombang. Ia memimpin perjuangan gerilya melawan pasukan Belanda, khususnya dalam menghadapi serangan pasukan Van Der Plass yang menyerang Tebuireng. Dalam pertempuran tersebut, Yusuf Hasyim menunjukkan keberanian luar biasa, bahkan dadanya sempat terkena tembakan namun ia selamat dan terus memimpin perlawanan.

  • Ia turut serta dalam penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1948 dan 1965, termasuk berperan dalam aksi pembebasan para santri dan tokoh penting yang diculik PKI dari penjara Ponorogo. Dalam aksi itu, ia berdiri di barisan terdepan membongkar penjara yang dibelit kabel dinamit untuk membebaskan pimpinan pesantren seperti KH Imam Zarkasyi dan KH Imam Sahal.

  • KH Yusuf Hasyim juga pernah menyerang pesawat pasukan Jepang dengan menembaki pesawat tersebut sehingga jatuh, yang menyebabkan pasukan Jepang menyerang daerah sumber tembakan. Ia dan pasukannya menggunakan strategi bersembunyi di sawah untuk menghindari terdeteksi, memperlihatkan kecakapan taktik militer yang mumpuni.

  • Selain perjuangan militer, ia aktif membentuk dan memimpin Barisan Serbaguna (Banser) sebagai upaya melawan pengaruh PKI dan menjaga keamanan Nahdlatul Ulama dan masyarakat sekitar.

  • Dari segi kepemimpinan dan pendidikan, KH Yusuf Hasyim memimpin Pondok Pesantren Tebuireng selama 41 tahun, mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan mulai dari SMP, SMA, hingga universitas. Ia juga dikenal sebagai tokoh militer sekaligus ulama yang mengedepankan integrasi perjuangan fisik dan dakwah keagamaan.

Kisah-kisah tersebut menggambarkan KH Yusuf Hasyim sebagai sosok kiai militer yang pemberani dan cerdas dalam strategi perang, serta seorang pembaharu pesantren dan tokoh yang berperan besar dalam menjaga keutuhan bangsa dan agama di masa-masa sulit sejarah Indonesia

Tentang Bintang Mahaputera Utama:
Bintang Mahaputera Utama adalah tanda kehormatan kelas ketiga dari Bintang Mahaputera, penghargaan tertinggi kedua di Indonesia setelah Bintang Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang berjasa besar dalam mempertahankan dan memajukan negara.

Bentuknya berupa kalung dengan bintang di dada, serta patra dan miniatur bintang sebagai simbol kehormatan.

Penghargaan ini diatur oleh Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 dan mencakup jasa di berbagai bidang seperti sosial, politik, ekonomi, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan penghargaannya, KH Yusuf Hasyim diakui sebagai ulama, pejuang, patriot, pembaharu pendidikan, serta tokoh yang harmonis menggabungkan tradisi pesantren dengan seni dan budaya modern demi kemajuan bangsa.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Remaja Kabuh Kendarai Motor Kecelakaan di Jogoloyo Sumobito, Satu Tewas Dua Lukaluka

25 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Menelisik Akar Terorisme (72): Praktek TWK Hancurkan Bisnis Lawan

25 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Ekonomi Banyuwangi Meningkat Berkait Gandrung Banyuwangi

25 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Nataru Diskon Pesawat-Kereta Api Ditebar, Segini Besarannya

25 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Ungguli Inggris dan Prancis, IMF Nobatkan RI Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia

25 Oktober 2026 - 20:03 WIB

BEM PTNU Kirim 120.000 Liter Air Bersih ke Ketapang Kalbar untuk Peringati Hari Santri

25 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sejak Awal Jadi Relawan Tanpa Gaji, Gus Irfan Angkat Dua Anaknya Jadi Staf Ahli Kemenhaj

25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Veda Ega Pratama Torehkan Catatan Emas Raih Pole Position Moto3 Philip Island

24 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Berangkat Umrah Lebih Cepat dan Aman, PT Maghfiroh Sosialisasi Tabungan Rp20.000/ Hari

24 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Trending di Nasional