Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KETAPANG — Memperingati Hari Santri Nasional, BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menggaungkan gerakan bakti sosial serentak melalui penyaluran 1 juta liter air bersih.
Aksi ink sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa Nahdliyin kepada masyarakat.
Dalam rangkaian gerakan tersebut, sebanyak 120.000 liter air bersih disalurkan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Gerakan ini menjadi bagian dari ikhtiar menerjemahkan semangat Resolusi Jihad ke dalam aksi kemanusiaan, kepedulian ekologis, dan perjuangan mewujudkan keadilan sosial.
Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Arip Muztabasani, turut hadir dalam penyaluran 120.000 liter air bersih.
Kehadiran tersebut menegaskan komitmen BEM PTNU Se-Nusantara untuk membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam merespons persoalan bangsa, tetapi juga solutif melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, produktivitas ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, penyaluran air bersih tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, melainkan juga wujud solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Arip Muztabasani memandang bahwa peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperluas makna perjuangan santri dan mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.
Resolusi Jihad mengajarkan bahwa perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa.
Hari ini, semangat itu perlu kita aktualisasikan melalui kerja nyata untuk menjawab persoalan kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, korupsi, ketimpangan sosial, hingga kerusakan lingkungan.
Penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk pengabdian yang berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat.
Menurut Arip, tantangan bangsa tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan seremonial semata. Kemiskinan harus dijawab dengan pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar; keterbatasan pendidikan melalui pemerataan akses belajar dan penguatan literasi; korupsi melalui integritas.
Penyaluran 120.000 liter air bersih di Ketapang menjadi salah satu bentuk kehadiran gerakan mahasiswa di tengah masyarakat.
Aksi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi turut memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air, perlindungan lingkungan, dan pemerataan akses terhadap kebutuhan dasar.
BEM PTNU Se-Nusantara juga memandang pentingnya gerakan yang sejalan dengan komitmen PBNU dan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama dalam memperluas jangkauan pengabdian.
Jaringan pesantren, ulama, mahasiswa, dan masyarakat merupakan modal sosial strategis untuk membangun gerakan kemanusiaan yang terorganisasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.
Momentum Hari Santri Nasional, dengan demikian, tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan.
Warisan perjuangan para ulama melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 perlu diteruskan dalam bentuk perjuangan kontemporer untuk membangun masyarakat yang berdaya, memperluas akses pendidikan, menegakkan integritas publik, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui gerakan bakti sosial serentak penyaluran 1 juta liter air bersih, BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sejalan dengan semangat perjuangan PBNU dan Nahdlatul Ulama dalam menjawab persoalan kemanusiaan serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Dari semangat Resolusi Jihad menuju aksi kemanusiaan, BEM PTNU Se-Nusantara meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmah kepada umat, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial bagi Indonesia. **











