Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kemelut Bisnis Uang di Ujung 2025: PT DSI Gagal Bayar Rp 1,47 T kepada 3.312 Lender

badge-check


					PT Dana Syariah Indonesia membuat platform peer to peer, antara lender (investor) dengan borrower (peminjam) dengan berbagai macam fasilitas keuntungan gingga 18 persen. kemuidan macet, setidaknya ada 3.312 ledner tertahan pembayaran hingga akhir Dessember 2025 ini. Foto: Instagram@sosokbisnis Perbesar

PT Dana Syariah Indonesia membuat platform peer to peer, antara lender (investor) dengan borrower (peminjam) dengan berbagai macam fasilitas keuntungan gingga 18 persen. kemuidan macet, setidaknya ada 3.312 ledner tertahan pembayaran hingga akhir Dessember 2025 ini. Foto: Instagram@sosokbisnis

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Setiap hari, puluhan lender (pemberi pinjaman) berduyun-duyun mendatangi kantor pusat PT Dana Syariah Indonesia (DSI) di Prosperity Tower, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Lantai 12 Unit J, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mereka menagih dana yang tertahan akibat gagal bayar DSI sebesar Rp1,47 triliun per Desember 2025. Hingga kini, DSI barus mengembalikan Rp450 miliar dari total 3.312 lender terverifikasi.

Kasus bermula Mei-Juni 2025, saat lender kesulitan menarik dana. Imbal hasil 18% per tahun terhenti, dan DSI beralih ke operasional work from home tanpa komunikasi jelas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) pada 15 Oktober 2025, yang melarang penggalangan dana baru dan penyaluran pinjaman. OJK juga:

Total lender terdampak sekitar 14.000 dari 40.000 sejak DSI berdiri pada 2018. Dana tertahan awalnya Rp920 miliar, naik menjadi Rp1,13 triliun per November 2025, dan Rp1,47 triliun per akhir Desember 2025. DSI klaim hanya punya Rp3,5 miliar dana pemulihan (0,2% dari kewajiban), dengan pencairan tahap awal direncanakan 8 Desember 2025 dari pelunasan borrower dan aset agunan.

Komitmen

Pada 18 November 2025, Direktur Utama DSI, Taufiq Al-Jufri, sepakat membentuk Badan Pelaksana Penyelesaian (BPP) bersama Paguyuban Lender. Tujuannya transparansi pengembalian Rp1,5 triliun dalam satu tahun (hingga November 2026), dengan tahap awal: audiensi OJK, verifikasi aset, dan penagihan dalam 6 bulan.

Pada 30 Desember 2025, OJK gelar pertemuan lagi dengan DSI dan lender. Manajemen komitmen bayar bertahap sesuai kemampuan, sementara lender desak pengembalian penuh. DSI wajib jaga komunikasi aktif dan layani pengaduan.

Struktur Manajemen DSI

DSI dipimpin Taufiq Al-Jufri sebagai Founder dan President Director sejak kasus dimulai. Ia aktif klarifikasi via media sosial dan pertemuan OJK-lender. Manajemen utama:

  • Taufiq Al-Jufri: President Director & Founder (pengalaman 20+ tahun di manajemen, eks CEO berbagai sektor).

  • Janoearto Alamsyah: Director (latar belakang lembaga keuangan internasional seperti Manulife & Bloomberg).

  • Fithri Hadi: Founder & Advisor (eks C-level di bank & sekuritas, termasuk Bursa Efek Indonesia).

  • Mery Yuniarni: Founder & Advisor (pengalaman perbankan & properti; pemegang saham).

  • Arie R. Lesmana: Komisaris & pendiri utama.

Manajemen tetap tangani komunikasi meski kegiatan perusahaan dibatasi OJK hingga Desember 2025.

Cara Kerja Platform DSI

DSI adalah platform peer-to-peer (P2P) lending syariah yang hubungkan lender dengan borrower via aplikasi digital. Diawasi OJK dan Dewan Pengawas Syariah (DPS), menggunakan akad syariah seperti mudharabah, murabahah, atau musyarakah untuk hindari riba.

Langkah Lender:

  1. Registrasi: Buat akun via app/website, verifikasi KTP sesuai regulasi OJK.

  2. Deposit: Transfer dana ke akun DSI untuk dialokasikan ke pinjaman borrower terverifikasi.

  3. Pilih Investasi: Pilih produk seperti purchase order atau modal ventura syariah (tenor 1-24 bulan).

  4. Terima Imbal Hasil: Borrower bayar cicilan; DSI distribusikan pokok + bagi hasil otomatis (target hingga 18% per tahun atau ~1% per bulan, dari pendapatan bersih setelah biaya & risiko).

Masalah gagal bayar disebabkan borrower telat bayar, sehingga dana lender tertahan. Kini, pengembalian bertahap dari pelunasan borrower dan penjualan agunan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lima Penjaga Sengaja Bakar Gudang Rokok Suket Teki Kerugian Rp 7 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya

30 April 2026 - 13:48 WIB

Sebar Iklan Haji Fiktif, Polisi Makkah Gerebek dan Meringkus Tiga WNI

30 April 2026 - 12:03 WIB

Dugaan Korupsi Rp 268 Miliar, Kejati Menahan Arinal Djunaidi Mantan Gubernur Lampung

28 April 2026 - 23:32 WIB

Lansia Bernama Sakip Warga Gongseng Megaluh Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

28 April 2026 - 22:21 WIB

163 Gerai KDMP Jombang Sudah Rampung 100 %, Hari Purnomo: Masalah Utama Ketersediaan Lahan

28 April 2026 - 16:11 WIB

Ujicoba B50 untuk Diesel Lokomotif KAI Lempuyangan – Yogyakarta, Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun/ Tahun

27 April 2026 - 18:40 WIB

Kementrian ESDM uji coba BBM B50, pafa mesin diesel KAI . Jika uji coba ini sukses maka RI bisa beremat devisa hingga Rp 157 triliun/ tahun. Foto: Liputan6

ESDM Dorong Energi Alternatif, CNG dan DME Jadi Opsi

27 April 2026 - 15:56 WIB

B50 Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

27 April 2026 - 15:41 WIB

Dunia Terpukul Kenaikkan Harga Minyak Mentah $US107/Barel, Subsudi BBM RI Bisa Melonjak Hingga Rp500 Triliun

27 April 2026 - 10:56 WIB

Ilustrasi kenaikkan harga minyak dunia Senin, 27 April 2026, tembus $US107/ barel kondisi ekonomi dumia masih mencekam. Foto: liputa6
Trending di Ekonomi