Penulis: Reynaldi Pranata | Editor: Priyo Suwarno
BALI, SWARAJOMBANG.COM – Sinergi kuat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat Bali berhasil mengubah wajah Pantai Kuta melalui kerja bhakti terpadu pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo untuk membersihkan sampah kiriman akibat cuaca ekstrem.
Brigjen TNI Subagyo W.G., selaku Irdam IX/Udayana, memimpin langsung operasi pembersihan di Pantai Kuta, memberikan arahan di lokasi. Sementara itu, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi bertanggung jawab atas sektor Pantai Kedonganan.
Kedua pimpinan ini mengendalikan total 2.600 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemda Badung, dan warga setempat. Mereka didukung alat berat berupa loader, ekskavator, serta truk pengangkut sampah, dalam rangka mengatasi tumpukan sampah pasca-cuaca buruk.
Hasilnya, Pantai Kuta Bali kini tampak lebih rapi dan terjaga setelah aksi bersih-bersih masif tersebut. Kegiatan ini diramaikan oleh TNI AL dari Lanal Denpasar, Polri, TNI AD di bawah komando Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo W.G., Pemda Badung, plus masyarakat sekitar.
Sekitar 2.500 hingga 2.600 personel gabungan turun tangan membersihkan sampah di Pantai Kuta dan Kedonganan pada 3 Februari 2026.
-
Sektor Pantai Kedonganan: Melibatkan 1.700 personel dari TNI (Kodam IX/Udayana, Rindam, Bekangdam), Polda Bali, dan DLHK Badung.
-
Sektor Pantai Kuta: Diikuti 900 personel yang mencakup Korem 163/WSA, Kodim, TNI AL, TNI AU, serta pelajar SD dan SMP.
Peserta mencakup TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Pemda Badung, masyarakat, komunitas lingkungan, dan pelajar. Mereka dibantu 3 loader, 1 ekskavator, serta 25 truk sampah.
Kerja Bhakti
Fokus utama pembersihan adalah sampah laut di Pantai Kuta, dengan bantuan alat berat seperti beach cleaner, truk sampah, dan peralatan pengerukan.
Aksi ini menjadi kelanjutan dari teguran Presiden Prabowo, menyusul kegiatan serupa sebelumnya guna menangani abrasi dan akumulasi sampah.
Kondisi pantai saat ini jauh lebih menarik dan aman untuk pengunjung, setelah berhasil menyapu bersih sampah plastik, kayu, serta limbah laut secara masif.
Inisiatif ini mencerminkan kolaborasi solid berbagai pihak demi mempertahankan pesona Pantai Kuta sebagai primadona wisata Bali.
Dalam kerja bhakti terpadu di Pantai Kuta pada 3 Februari 2026, data pasti mengenai tonase sampah yang diangkut belum dirilis dalam laporan terbaru.
Ribuan personel dari TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat dikerahkan bersama delapan alat berat, beach cleaner, plus truk pengangkut, untuk mengurai sampah kiriman besar-besaran seperti kayu, plastik, dan mikroplastik.
Sebelumnya, volume sampah harian di Pantai Kuta bisa mencapai 8 ton per hari saat musim angin barat, sementara pembersihan selama dua hari pada 19-20 Januari berhasil mengangkut 80 ton sampah kayu.
Laporan pendahuluan lebih menekankan skala keterlibatan dan gambaran visual tumpukan sampah setinggi tinggi badan orang dewasa, tanpa angka eksak untuk hari itu. Pembaruan lanjutan kemungkinan dirilis oleh DLHK Badung atau Kodam IX/Udayana dalam 24 jam mendatang. **











