Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kejari Lombok Timur Tahan 4 Tersangka Kasus Gratifikasi Rp 9,27 M Pengadaan TIK Laptop Chromebook

badge-check


					Kejaksaan Negeri Lombok Timur menahan empat orang tersangka kasus gratifikasi proyek pengadaan ITK laptor Chromebook sebanyak 4.320 unit, dengan nilai Rp 32 miliar, pelaku menerima fee Rp 9,27 miliar. Foto: Instagram@jaksapedia Perbesar

Kejaksaan Negeri Lombok Timur menahan empat orang tersangka kasus gratifikasi proyek pengadaan ITK laptor Chromebook sebanyak 4.320 unit, dengan nilai Rp 32 miliar, pelaku menerima fee Rp 9,27 miliar. Foto: Instagram@jaksapedia

Penulis: Eko Wienarto   |    Editor: Priyo Suwarno

LOMBOK TIMUR, SWARAJOMBANG.COM– Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lomtim) menunjukkan komitmennya yang kuat dalam upaya pemberantasan korupsi dengan menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Teknologi Informasi (TIK) dan Komunikasi (TIK) berupa 4.320 unit Chromebook untuk sekolah dasar di Lombok Timur.

Proyek senilai lebih dari Rp 32 miliar ini diduga merugikan negara hingga Rp 9,27 miliar akibat pengaturan pemenang tender secara sengaja.

Empat tersangka yang telah ditahan sejak 7 November 2025 terdiri dari:

Mereka disinyalir terlibat dalam persekongkolan untuk mengatur pemenang pengadaan melalui sistem katalog elektronik, sehingga proyek diberikan kepada penyedia tertentu secara tidak transparan dan merugikan keuangan daerah.

Upaya penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Lombok Timur sangat menyeluruh, melibatkan penyelidikan selama enam bulan serta pemeriksaan sekitar 60 saksi, dua ahli, bukti surat, dan audit dari kantor akuntan publik.

Penahanan terhadap para tersangka dilakukan untuk mencegah risiko hilangnya barang bukti, melarikan diri, atau pengulangan tindak pidana korupsi.

Selain empat tersangka awal, penyidikan juga mengungkap keterlibatan dua tersangka baru dari pihak penyedia, yakni Direktur PT Temprina Media Grafika dan Direktur PT Dinamika Indomedia, yang diduga turut berperan dalam pengaturan proyek ini.

Kasus ini menggambarkan bagaimana praktik korupsi dapat merusak proses pengadaan barang publik dan menimbulkan kerugian negara yang besar.

Penegakan hukum tegas melalui pemanggilan dan penahanan para pelaku korupsi di Lombok Timur menjadi wujud nyata keberanian aparat dalam memberantas korupsi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Kejaksaan Negeri Lombok Timur terus berkomitmen meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam pengadaan barang dan jasa untuk mencegah praktik korupsi serupa di masa mendatang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Harga Tiga Jenis Emas Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:18 WIB

Larangan Rekam SP2DK DJP Tuai Kritik, Bisa Gerus Kepercayaan Wajib Pajak

26 Juli 2026 - 19:17 WIB

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Ini Catatan Harga Bahan Pangan Menurut PHPS

23 Juli 2026 - 21:26 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:38 WIB

Harga BBM Hampir Semua Harga Turun, Kecuali Pertamax

13 Juli 2026 - 20:19 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:15 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trending di Hukum