Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Kadispertan M Rony: Produksi Panen Padi Jombang Melonjak 30 Persen Selama 2025

badge-check


					Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jombang, Ir Muhammad Rony. Foto: ist Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jombang, Ir Muhammad Rony. Foto: ist

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Produksi padi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melonjak hingga 30 persen sepanjang 2025 berkat luas panen yang meluas dan cuaca mendukung.

Kinerja sektor pertanian menunjukkan tren positif secara keseluruhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang, luas panen padi diperkirakan mencapai 71.545 hektare, meningkat sekitar 16.000 hektare atau hampir 30 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 55.369 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, membenarkan tren peningkatan tersebut. Ia menyebut capaian itu hasil akumulasi data lapangan sepanjang tahun.

“Jika dibandingkan tahun 2024, luas panen padi tahun ini memang mengalami kenaikan cukup signifikan. Dampaknya, produksi padi baik dalam bentuk gabah kering panen maupun gabah kering giling ikut meningkat,” kata Rony, Rabu 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) diperkirakan mencapai 537.103 ton, naik 125.553 ton atau 30,51 persen dari 411.550 ton pada 2024. Sementara produksi Gabah Kering Giling (GKG) diproyeksikan 446.715 ton, meningkat 104.424 ton dari 342.291 ton tahun sebelumnya.

Peningkatan gabah ini mendorong ketersediaan beras konsumsi penduduk. Produksi beras di Jombang pada 2025 diperkirakan 257.942 ton, naik sekitar 60.000 ton dibandingkan 2024.

Rony menjelaskan faktor utama pendorong adalah kondisi iklim. Sepanjang 2025, Jombang mengalami kemarau basah dengan curah hujan merata.

“Curah hujan yang stabil membuat jadwal tanam bisa lebih maju. Petani tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mulai menanam,” ujarnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Perubahan pola tanam juga berkontribusi. Lahan yang sebelumnya untuk jagung atau semangka beralih ke padi.

“Banyak petani mengganti tanaman karena padi dinilai lebih aman dan sesuai kondisi iklim tahun ini,” kata Rony.

Dukungan infrastruktur seperti irigasi perpompaan memungkinkan lahan tanam dua kali setahun, meningkatkan indeks pertanaman. Program Optimasi Lahan (OPLAH) juga menyasar ribuan hektare untuk produktivitas merata. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polresta Sidoarjo Diancam Didemo Lantara Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur

9 Juni 2026 - 19:16 WIB

MBG Wajib Sajikan Telur Tiga Kali Seminggu, Peternak Jatim Diharapkan Tertolong

9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Restrukturisasi Besar, Telkom Pangkas Belasan Anak Perusahaan

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

BI: Cadangan Devisa RI Turun Rp23,61 Triliun, Ini Penyebabnya

8 Juni 2026 - 19:10 WIB

Pertamina Umumkan Penurunan Harga BBM Solar Nonsubsidi

1 Juni 2026 - 19:58 WIB

Iduladha 2026: Perputaran Ekonomi Kurban Tembus Rp26,89 Triliun

29 Mei 2026 - 21:48 WIB

Kanwil DJP Banten Lakukan Pemblokiran Rekening Massal

28 Mei 2026 - 21:27 WIB

Khofifah Intervensi Tepat Sasaran Turunkan Kemiskinan Ekstrem

25 Mei 2026 - 20:19 WIB

Polisi Bogor Ringkus Tersangka Pembuang Jasad Anggi Auliya di Tol Simpang Yasmin

24 Mei 2026 - 14:53 WIB

Kapolresta Bogir, Kombes Rio Wahyu Anggoro, Kapolresta Bogor, memberi keterangan kepada pers atas penangkapan seoran tersangka pembuang jasad perempuan Anggi Auliya Arsyad, Minggu, 24 Mei 2026. Foto: instgaram@polresta_bogor
Trending di Headline