Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SURABAYA, SWARAJOMBANG.COM – Pengguna Jembatan Suramadu harus sabar sejenak tidak melewati jembatan selama satu jam, pukul 10.00 WIB, karena ditutup sementara selama total 40-60 menit pada Rabu (15/4/2026), untuk uji beban dinamis guna verifikasi keamanan struktur.
Penutupan penuh ini dilakukan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali di bentang tengah jembatan, yang memiliki panjang total 818 meter (konfigurasi 192 m + 434 m + 192 m).
Tujuannya memastikan lalu lintas aman saat kendaraan uji melintas, sambil memantau respons struktur terhadap getaran dan deformasi.
Rincian Penutupan
Uji berlangsung dalam 4 sesi singkat, bukan penutupan panjang terus-menerus:
Durasi per sesi: 2-3 menit.
Jeda antar sesi: 10-15 menit.
Total waktu di lapangan: sekitar 40-60 menit, tergantung kelancaran operasional.
Ini disebut brief intermittent closure, memungkinkan pengujian efektif tanpa mengganggu lalu lintas secara berlebih.
Proses dan Alat Pengujian
Pengujian melibatkan beban terkontrol (kendaraan khusus) yang melintasi bentang tengah.
Petugas merekam data getar, lendutan, frekuensi alami, redaman, kekakuan, serta pola getar untuk analisis modal/dinamik.
Alat utama:
- Accelerometer: merekam percepatan getaran.
- Sensor strain/stress: mengukur regangan dan tegangan struktur.
GNSS dual frequency: memantau pergeseran posisi. - Data diolah untuk konfirmasi kondisi struktur tetap aman, sebagaimana rutin dipantau BBPJN Jatim-Bali.
Konteks dan Dampak
Uji ini bukan indikasi kerusakan, melainkan pemeliharaan berkala standar untuk jembatan ikonik Surabaya-Madura. Kepala Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, Andi Nugroho, menegaskan struktur Suramadu masih dalam kondisi aman.
Bagi pengguna jalan, ikuti pengalihan arus dari petugas. Informasi resmi berasal dari BBPJN Jatim-Bali/BBJN, bukan otoritas politik daerah. **











