Penulis: Yolis Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
PASURUAN, SWARAJOMBANG.COM– Mulai Senin, 6 April 2026, Jalan Ir. H. Juanda di wilayah Bugul Kidul, Pasuruan, ditutup total untuk keperluan penggantian Jembatan Buk Wedi yang melintang di Sungai Petung.
Arus lalu lintas dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan, hasil koordinasi Polres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Jasamarga Tol Gempol-Pasuruan.
Rambu pengalihan sudah dipasang di titik strategis, disusul sosialisasi masyarakat sejak 3 April 2026.
Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) III Jawa Timur menangani proyek ini untuk atasi banjir tahunan akibat luapan Sungai Petung. Penutupan diperlukan demi keselamatan dan kelancaran konstruksi, termasuk mobilisasi alat berat.
Nilai proyek penggantian Jembatan Buk Wedi (Pokwedi) mencapai Rp14,608 miliar berdasarkan pengumuman tender LPSE Kementerian PUPR tahun APBN 2025.
Dokumen lelang Agustus 2025 mencatat paket pekerjaan pada tahap pascakualifikasi dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tersebut, meski eksekusi baru dimulai April 2026. Angka ini berpotensi disesuaikan pada kontrak akhir yang belum dipublikasikan.
Kepala Satker PJN III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa (juga disebut Deni), menyampaikan rincian pasca-rapat koordinasi. Ia menekankan penutupan total tak terhindarkan karena skala pekerjaan besar.
Rute Pengalihan Lalu Lintas
-
Dari Surabaya: Kendaraan besar (truk/bus) langsung ke JLS via Pertigaan Gadingrejo. Kendaraan pribadi dan roda dua masuk kota lewat Jalan Balai Kota, Gatot Subroto, Urip Sumoharjo, Untung Suropati, Setyabudi, Hasyim Asy’ari, lalu keluar di Simpang Blandongan.
-
Dari Probolinggo: Semua kendaraan langsung ke JLS di Simpang Tiga Blandongan; kendaraan roda empat ke atas disarankan lewat Tol Gempol-Pasuruan.
Petugas Polres, Dishub, dan Jasamarga siaga di lapangan untuk antisipasi kemacetan.
Latar Belakang
Jembatan Buk Wedi sering terendam banjir, seperti Maret 2026, karena tinggi rendah yang menyempitkan aliran Sungai Petung, ditambah sedimen dan sampah. Hal ini memaksa penutupan lalu lintas sementara saat debit air naik.
Proyek ini memperlebar ruang aliran sungai, mencegah genangan, dan menjamin kelancaran jalur Pantura. Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebutnya solusi banjir jangka panjang, sementara Hizbul Maulana dari Dinas PU SDA Jatim menyoroti sosialisasi warga.
Penutupan berlangsung sepanjang pekerjaan tanpa batas waktu pasti. Pengguna jalan diimbau ikuti pengalihan ke JLS, sesuaikan jadwal, dan pantau update dari Polres serta Dishub Pasuruan mendekati hari H. **











