Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa Indonesia berada di ambang resesi, menegaskan justru ekonomi nasional memasuki fase ekspansif yang solid.
Pernyataan tegas ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026), merespons klaim pesimistis dari kalangan ekonom dan media sosial terkait dampak krisis global.
Indikator Kunci
Purbaya merilis data empiris untuk membuktikan ketahanan ekonomi domestik.
- Pertumbuhan Q4 2025: Mencapai 5 persen (yoy), menunjukkan fondasi kuat berkat kebijakan fiskal akuntabel.
- PMI Manufaktur Februari 2026: 53,8 poin, tertinggi dalam 23 bulan, mengindikasikan ekspansi manufaktur tercepat sejak Maret 2024 dengan lonjakan pesanan baru dan produksi.
- Sektor Manufaktur: Data independen S&P Global konfirmasi aktivitas bisnis meningkat, jauh dari kondisi morat-marit.
Menkeu menyindir opini berbasis data usang seperti penurunan daya beli, sambil soroti observasi lapangan seperti keramaian Pasar Tanah Abang.
Ini sejalan arahan Presiden Prabowo soal efisiensi BBM, WFH 50 persen, dan pemangkasan mobil dinas untuk amankan APBN 2026 di tengah gejolak harga energi global.
Pemerintah optimistis target pertumbuhan 5,4 persen terealisasi.**











