Penulis: Ganjar | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, KREDONEWS.COM-Kecerdasan manusia kerap diukur melalui Intelligence Quotient (IQ). Tes IQ bukan hanya menilai kecerdasan, tetapi juga memori jangka pendek dan panjang, serta kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan teka-teki.
Baru-baru ini, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Dr. Ryu Hadan, dokter bedah syaraf, yang menyoroti kondisi IQ pelajar di Kediri. Ia mengklaim bahwa IQ siswa SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Kediri mengalami penurunan signifikan.
“Sekarang itu 78,4. Itu kita turun 8, itu jadi gorilla. Ya lucu sih, gorilla itu lucu juga,” ungkap Dr. Ryu Hadan dalam unggahan di Medantalk empat minggu lalu.
Pernyataan ini memicu perdebatan hangat. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa rata-rata IQ pelajar Kediri pada tahun 1986 berada di angka 109,6, sebanding dengan rata-rata nasional kala itu. Namun kini, angka tersebut turun drastis menjadi 78,4.
“Apakah ini dengan pendidikan, dengan pengasuhan bisa bergerak? Kalau itu pertanyaannya, jawabannya adalah 100% bisa,” tambahnya, menekankan bahwa peningkatan IQ masih mungkin dilakukan melalui perbaikan pendidikan dan pola asuh.
Studi Global tentang IQ
Sementara itu, penelitian internasional oleh Richard Lynn dan David Becker (2019) melaporkan hasil survei IQ dari lebih 120 negara. Hasilnya, Jepang menempati posisi teratas dengan rata-rata IQ 106,48, disusul Taiwan (106,47) dan Singapura (105,89).
Berikut daftar sepuluh besar negara dengan rata-rata IQ tertinggi di Asia:
| Peringkat | Negara | Rata-rata IQ |
|———–|—————|————–|
| 1 | Jepang | 106,48 |
| 2 | Taiwan | 106,47 |
| 3 | Singapura | 105,89 |
| 4 | Hong Kong | 105,37 |
| 5 | Cina | 104,10 |
| 6 | Korea Selatan | 102,35 |
| 7 | Makau | 99,82 |
| 8 | Kamboja | 99,75 |
| 9 | Korea Utara | 98,82 |
| 10 | Myanmar | 91,18 |
Dalam studi ini, Indonesia hanya menempati peringkat ke-36 di Asia dengan rata-rata IQ 78,49, dan berada di posisi 130 dunia.
Catatan Penutup
Fenomena penurunan IQ di Kediri menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Jika benar adanya, maka perbaikan sistem pendidikan, pola asuh, serta lingkungan belajar harus segera dilakukan.
Studi global menunjukkan bahwa negara-negara dengan kualitas pendidikan tinggi mampu mempertahankan skor IQ di atas 100. Indonesia perlu menjadikan hal ini sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.***











