Menu

Mode Gelap

Kesehatan

Dokter Relawan RSTKA Bawa Misi Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Pulau Terpencil Terluar Indonesia Timur

badge-check


					Puluhan dokter siap menjadi relawan Rumah Sakit Terapung Kesatria Airlangga (RSTKA) untuk melakukan deteksi dini penyakit katastropik di pulau terpencil terluar Indonesia Timur. Foto: RSTKA Perbesar

Puluhan dokter siap menjadi relawan Rumah Sakit Terapung Kesatria Airlangga (RSTKA) untuk melakukan deteksi dini penyakit katastropik di pulau terpencil terluar Indonesia Timur. Foto: RSTKA

Penulis: Saifudin  |  Editor: Priyo Suwarno

MADURA, SWARAJOMBANG.COM- Setelah memberangkatkan 12 dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) menurut rencana berikutnya akan mengirimkan kegiatan pelayanan kesehatan di pulau Mandangin wilayah Kabupaten Sampang, Madura,  akan berlangsung  tanggal 17 – 23 Mei 2025 .

Dr. Yohanes Eka –Koordinator Lapangan Misi Mandangin– menjelaskan bahwa ada dua puluh enam relawan spesialistik yang akan diberangkatkan dalam misi ini  terdiri dari chief residen Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ilmu Bedah, Ilmu Kebidandan dan Kandungan, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Mata dan Ilmu Penyakit Paru.

Mereka diperkuat oleh dua belas dokter umum, dua orang apoteker dan dua orang sarjana kesehatan masyarakat serta satu orang ahli gizi. Misi RSTKA pada tahun 2025 ini mengambil tema Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Kepulauan.

Penyakit katastropik atau penyakit bencana adalah penyakit yang bisa berakibat fatal bila diagnosisnya terlambat dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk penanganannya.

Dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) turun ke pulau Mandangin, Sampang, Madura, untuk mendekteksi secara dini penyakit katastropik yang diderita warga di pulau-pulau terluar. Foto: RSTKA

Selain bisa menjadi penyebab kematian, menurut dokter Yohanes Eka,  penyakit ini bisa menjadi bencana bagi dompet pasien atau bagi kas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diberi tanggung jawab  mengelola pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam program JKN, penyakit-penyakit katastropik disebutkan antara lain penyakit diabetes melitus dengan segala komplikasinya, penyakit  jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, sirosis hati, talasemia, leukemia, dan hemofilia. Sepanjang tahun 2022, BPJS Kesehatan menangani sekitar 23,3 juta kasus penyakit katastropik, bertambah 18,6 persen dibanding pada 2021.

Biaya pengobatan penyakit katastropik yang ditanggung BPJS Kesehatan pada 2022 nyaris mencapai Rp 24,1 triliun, naik 34,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Beban pembiayaan pengobatan penyakit katastropik ini mencapai 21 persen dari total beban jaminan kesehatan yang ditanggung BPJS.

Untuk alasan itulah RSTKA ikut memperkuat terobosan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dengan program pemeriksaan gratis khususnya di kepulauan terpencil.

Tujuannya adalah bisa  mendeteksi potensi risiko penyakit katastropik sedini mungkin. Sehingga lebih banyak pasien yang ditemukan di dalam stadium rendah sehingga lebih banyak pasien yang bisa diselamatkan.

Tidak mudah menghadirkan dokter spesialis agar pelayanan diagnostik penyakit katastropik di pulau-pulau terpencil sekaligus penanganannya. Namun demikian, demi keadilan sosial maka Program Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Kepulauan tidak boleh tidak dilakukan. Harus dilakukan!**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Personal RSU Muhammadiyah Ikuti Latihan Pemadaman dari BPBD Jombang

29 April 2026 - 13:04 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:48 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital Makin Berkibar, Jadi Pilihan Pasien Indonesia 

22 April 2026 - 11:56 WIB

100 Lebih Santri Ponpes Asnawiyyah Demak, Mual dan Muntah, Makan Nasi Goreng MBG

20 April 2026 - 00:04 WIB

Diduga Keracunan Makanan MBG, 49 Santri Al Inayah Cilegon Dirawat di Rumah Sakit

19 April 2026 - 23:00 WIB

Pemuda Pujon Terima Paket Hadiah Menang Lomba Tulis, Ternyata Berisi Narkoba dari Perancis

16 April 2026 - 11:57 WIB

422 Orang Meninggal di Korsel Akibat Serangan Kutu

15 April 2026 - 19:10 WIB

Lama Nggak Ketemu Foto Yuk Bentar! Itulah Rayuan Petugas Dukscapil Temanggung agar Bisa Memotret ODGJ

3 April 2026 - 22:06 WIB

Trending di Headline