Menu

Mode Gelap

Headline

Dipasung 20 Tahun Gara-Gara Ilmu Rowo Rontek, ODGJ Ponorogo Akhirnya Bebas

badge-check


					Setidaknya ada empat orang memegangi Sukirno, 60, tahun saat dikeluarkan dari kerangkeng. Sudah 20 , ia menjadi penghuni tetap kerangkeng itu, sejak 28 Januari 2026, ia bebas dan saat ini dirawat di Yayayan milik Ipda Purnomo di Lamonga. Foto: Youtube@sinergia Perbesar

Setidaknya ada empat orang memegangi Sukirno, 60, tahun saat dikeluarkan dari kerangkeng. Sudah 20 , ia menjadi penghuni tetap kerangkeng itu, sejak 28 Januari 2026, ia bebas dan saat ini dirawat di Yayayan milik Ipda Purnomo di Lamonga. Foto: Youtube@sinergia

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMONGAN – Setelah dua dekade terkurung dalam jerat besi sempit, Sukirno (60) akhirnya merasakan udara bebas berkat tim Ipda Purnomo dan personel Polsek Sokoo di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026).

Kisah tragis ini bermula dari keyakinan keluarga bahwa pria penyandang gangguan jiwa (ODGJ) itu menguasai ajian kanuragan rowo rontek yang berbahaya.

Sarti, adik Sukirno, mengungkap bahwa gangguan jiwa kakaknya dipicu upaya mempelajari ilmu kebatinan Jawa saat masih muda.

“Dulu sakit jiwanya karena nekat cari ilmu Jawa. Usianya belum matang, ilmunya tingkat tinggi, kebatinannya belum kuat,” cerita Sarti.

Ajian rowo rontek—atau rawarontek—dikenal sebagai ilmu legendaris Jawa yang memberi kekebalan luar biasa dari pisau, peluru, racun, hingga sihir. Arti harfiahnya “pertempuran abadi”, di mana musuh yang tewas bisa bangkit lagi (dari “rawa” artinya pertempuran, dan “rontek” artinya terbelah).

Terinspirasi tokoh rakyat seperti Si Pitung yang tubuhnya menyatu walau terpotong, ilmu ini konon membuat pemiliknya abadi, pulih instan dari luka, dan bangkit dari kematian. Namun, sering disebut ilmu hitam karena pengaruh jin yang bikin pemiliknya agresif. Meditasi ekstrem seperti puasa mutih 40 hari dan wirid mantra jadi syarat mutlaknya.

Sukirno menjalani pasung 20 tahun di kandang besi <1 meter, dilarang sentuh tanah supaya “kesaktian” rowo rontek tak pudar. Tubuhnya kini compang-camping akibat pengurungan panjang.

Evakuasi penuh ketegangan: keluarga sempat ogah lepas karena takut amuk. Pendekatan persuasif membuahkan hasil; petugas potong besi pakai gerinda.

Sukirno melawan sengit, butuh empat orang jinakkan. Suntikan penenang bikin ia lemas, lalu dicukur, mandi, dan berganti baju baru.

Sukirno kini direhabilitasi di Yayasan Berkas Bersinar Abadi milik Ipda Purnomo di Desa Nguwok—pondok ODGJ yang fasilitas wisma putrinya diresmikan 2024.

Tempat ini dipuji Bupati Lamongan karena sukses bebaskan korban pasung, termasuk kasus viral ala Purnomo yang rajin tangani ODGJ terbelenggu. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Helikopter Jatuh di Bukit Tapang Tingan Sekadau, SAR 24 Jam Operasi Evakuasi 8 Jenazah

17 April 2026 - 22:50 WIB

Aksi Unjuk Rasa Massa GMNI Bermuara Dialog di Gedung DPRD Jombang

17 April 2026 - 19:27 WIB

FPII Melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Ucapannya Bangkitkan Sensivitas Agama

17 April 2026 - 18:55 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:34 WIB

Pertemuan Tertutup Tim KPK dengan Pejabat Pemkab Jombang, Bahas Gratifikasi

17 April 2026 - 15:03 WIB

Helikopter Angkut 8 Orang, Jatuh di Hutan Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:38 WIB

Kades Sampurno Dibacok dan Dikeroyok 15 Orang, Tampak Sudah Sehat dan Bisa Ketawa

16 April 2026 - 21:49 WIB

Pemkab Langsung Menutup MBG: Sebanyak 155 Siswa SD-SMP-SMA di Anambas Diduga Keracunan

16 April 2026 - 18:24 WIB

Incinerator Rp 226 Miliar Mangkrak 25 Tahun, Jadi Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:42 WIB

Trending di Ekonomi