Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Dibalik Rahasia Penyedap Rasa Ajinomoto: Ternyata Pemasok Bahan Utama Cetak CPU/GBU Komputer

badge-check


					Procesor (CPU), serta GPU serta pengembangan hardware komputer tidak bisa melaju kencang tanpa ABF (Ajinomoto Build-up Film ), bahan isolasi untuk multilayer perangkat komputer canggih. Foto: Ajinomoto Perbesar

Procesor (CPU), serta GPU serta pengembangan hardware komputer tidak bisa melaju kencang tanpa ABF (Ajinomoto Build-up Film ), bahan isolasi untuk multilayer perangkat komputer canggih. Foto: Ajinomoto

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: priyo Suwarno

JEPANG, SWARAJOMBANG.COM- Mengapa industri komputer di dunia berkembang pesat? Ternyata salah satu pemasok industri ini adalah perusahaan penyedap rasa Ajinomoto, dimana dua pabriknya ada di Mojokerto, Jawa Timur, dan Karawang Jawa Barat.

Perusahaan yang beken dengan produksi micin alias penyedap masakan ini telah berhasil memroduksi Ajinomoto Build-up Film (ABF), yaitu material film insulasi khusus yang diproduksi oleh Ajinomoto Co., Inc., perusahaan Jepang yang terkenal sebagai produsen penyedap masakan seperti MSG (monosodium glutamat) Aji-no-Moto,

Produk ini dikembangkan menggunakan teknologi asam amino dari fermentasi —keahlian inti Ajinomoto— untuk aplikasi di industri semikonduktor tingkat tinggi, bukan makanan.

ABF berfungsi sebagai lapisan insulasi pada substrat multilayer dalam chip semikonduktor canggih, seperti prosesor CPU/GPU berperforma tinggi untuk AI, 5G, dan komputasi berkecepatan tinggi.

Ia memungkinkan pembuatan sirkuit presisi nanometer dengan integrasi organik-inorganik, menggantikan cairan insulasi tradisional menjadi bentuk film tipis yang lebih efisien.

Inilah rahasisa Ajinomotot di luar sebagai jago pembuat penyedap masakan. Foto: Ajinomoto

Sejarah dan Pertumbuhan

Ditemukan pada 1970-an melalui eksplorasi aplikasi asam amino, ABF pertama kali diadopsi produsen semikonduktor besar pada 1999 dan kini jadi standar industri.

Pasar ABF diproyeksikan mencapai $1,27 miliar pada 2033, didorong permintaan chip high-performance computing (HPC). Ajinomoto mempercepat produksi ABF untuk memenuhi tren pasar semikonduktor.

Meski Ajinomoto Indonesia fokus pada penyedap seperti Aji-no-Moto dan Masako (dengan pabrik di Mojokerto sejak 1970), divisi globalnya mendiversifikasi ke bahan elektronik berkat mastery fermentasi asam amino. Ini menunjukkan evolusi perusahaan dari bumbu umami ke teknologi tinggi.

Ajinomoto Build-up Film (ABF) bekerja sebagai lapisan dielektrik insulasi utama dalam proses build-up pada substrat semikonduktor multilayer. Material ini diterapkan secara bertahap untuk membentuk sirkuit halus (fine-pitch) yang mendukung koneksi chip padat seperti CPU/GPU canggih.

Proses dimulai dari core substrat dengan foil tembaga, lalu ABF dilaminasi sebagai lapisan insulasi tipis di kedua sisi.

Via dan blind via dibor laser untuk menghubungkan lapisan, diikuti plating tembaga untuk membentuk sirkuit presisi; langkah ini diulang hingga 10-20 lapisan guna densitas tinggi. ABF mencegah korsleting, transmisi sinyal cepat, serta tahan panas hingga 260°C saat soldering.

Sebagai interposer, ABF menghubungkan die chip ke PCB utama via solder bump, menjaga integritas sinyal frekuensi tinggi dan disipasi panas efektif. Ini krusial untuk paket FC-BGA/LGA pada HPC dan AI, di mana >95% menggunakan ABF untuk pitch <100μm.

Kapitalisasi ABF

Ajinomoto Build-up Film (ABF) menyumbang nilai kapitalisasi pasar signifikan bagi Ajinomoto melalui pertumbuhan segmen bahan fungsional. Segmen ini menyumbang 20% profit total perusahaan pada tahun fiskal 2024 (berakhir Maret 2024), dengan proyeksi kenaikan 35% menjadi JPY 37,2 miliar (setara Rp 4 triliun berdasar kurs saat ini) pada tahun fiskal berikutnya.​

Penjualan unit bahan fungsional (termasuk ABF) tumbuh 30% menjadi 37,2 miliar yen (setara Rp 4 triliun untuk kurs saat ini)  untuk enam bulan hingga September 2022, mendorong saham Ajinomoto naik >20% tahun itu. Ajinomoto berinvestasi JPY 25 miliar (sekitar USD 166 juta) hingga 2030 untuk ekspansi kapasitas ABF 50%, menargetkan pertumbuhan tahunan >10% hingga 2030.

Pasar ABF diproyeksi tumbuh dari USD 537 juta (2023) menjadi USD 1,05 miliar (2030) dengan CAGR 9,65%, atau dari USD 482,5 juta menjadi USD 940 juta dengan CAGR 10%; Ajinomoto mendominasi ~99% produksi. Pertumbuhan pengiriman ABF diprediksi 18% per tahun hingga Maret 2026, dengan pasar global capai USD 6,5 miliar pada 2028. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“Menolak Punah” dan “Pesta Babi”: Antara Kebenaran, Perjuangan dan Larangan!

9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Calon Cobek Terbesar di Indonesia untuk Festival Rujak Uleg 2026 Hari Jadi 733 Surabaya

9 Mei 2026 - 20:35 WIB

Tambah Lagi Insiden Tewas Terjun dari Jembatan Cangar: Kasus Keempat Maret- 8 Mei 2026

9 Mei 2026 - 19:01 WIB

Rumah Tipe Kecil Jadi Korban Terbesar Perlambatan Properti

8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Jembatan H Jusuf Hamka Membentang di Sungai Brantas di Jipurafah Plandaan, 24 x 4.5 M Biaya Rp 850 Juta

8 Mei 2026 - 19:50 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara Meletus: Warga Jepang dan Cina Tewas, 18 Pendaki Butuh Dievakuasi

8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Gunung Dukono, wilayah Maluku Utara, Jumat pagi, 8 Mei 2026. Ternyata sedang ada puluhan wisatawan asing dan domestik sedang berada di puncak. Akibatnya, dua orang tewas dari Cuna dan Jepang. Lima orang luka ringan. Madih ada 18 pendaki butuh bantuan dari BPBD untuk dievakuasi. Foto: instagram@maluku_utara

Beroperasi Sejak 2017, Poltabes Ringkus 14 Sindikat Perjokian Tes Masuk ke Unesa Surabaya

8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Catur Adi: Saya Minta Dihukum Mati Saja! Hakim Tipikor Vonis 13 Penjara Dirut Persiba Balikpapan

8 Mei 2026 - 14:49 WIB

4 Gempa Kamis 7 Mei 2026: Terbesar di Selat Sunda Magnetudo 4.6 Tanpa Tsunami

8 Mei 2026 - 09:21 WIB

Trending di Headline