Menu

Mode Gelap

Ekonomi

Denny JA Punya Harta Kekayaan Rp 3 Triliun Lebih Kini Jabat Komisaris PT Pertamina

badge-check


					Denny JA dari seorang pengamat politik dan konsultan kini mendapat jabatan baru sebagai komisaris PT Pertamina Hulu Energi, dengan kekayaan sebesar Rp 3 triliun lebih. Foto: gebrak.id Perbesar

Denny JA dari seorang pengamat politik dan konsultan kini mendapat jabatan baru sebagai komisaris PT Pertamina Hulu Energi, dengan kekayaan sebesar Rp 3 triliun lebih. Foto: gebrak.id

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Denny Januar Ali (Denny JA), melaporkan kekayaan pribadinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui sistem Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ini merupakan langkah wajib yang harus dijalankan setiap pejabat publik, terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut data dari situs resmi KPK, total kekayaan bersih Denny JA tercatat sebesar Rp3,08 triliun setelah dikurangi utang Rp17,39 miliar.

Angka sebesar ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai sumber kekayaan dan transparansi pengelolaannya.

Meskipun pelaporan tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk patuh terhadap regulasi, masyarakat berharap agar pengungkapan seperti ini lebih rutin disertai penjelasan yang komprehensif agar tidak menimbulkan spekulasi.

Analis kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyatakan bahwa pelaporan terbuka ini menjadi contoh penting untuk meningkatkan integritas pejabat BUMN, terutama yang menangani sektor strategis seperti energi. Namun, ia juga mengingatkan agar transparansi tidak berhenti pada pelaporan semata, melainkan harus diikuti dengan pengawasan intensif agar tata kelola perusahaan negara semakin bersih.

Denny JA yang dikenal luas sebagai konsultan politik dan analis publik sejak tahun 2000, kini menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PHE.

Penunjukan ini membuka harapan akan ada perbaikan tata kelola melalui figur yang memiliki rekam jejak keterbukaan. Meski demikian, publik masih menantikan bukti nyata bahwa akuntabilitas akan berjalan sekaligus menekan praktik-praktik korupsi di lingkungan BUMN.

Secara keseluruhan, pelaporan LHKPN oleh Denny JA bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan juga sebuah momen penting untuk mengingatkan semua pihak agar terus meningkatkan transparansi dan pengawasan dalam pengelolaan perusahaan negara ke depannya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Bidik Bea Cukai Jatim, Diduga Terlibat Penyelundupan 76.000 Ponsel China Ilegal Masuk Sidoarjo

25 April 2026 - 00:04 WIB

Rudy Mas’ud Angkat Adik Jadi Tim Ahli: Apa Bedanya dengan Presiden Prabowo Angkat Hashim

24 April 2026 - 23:02 WIB

Menelisik Sejarah Terorisme(2): Krypteia adalah Polisi Pembunuh Rahasia di Sparta

24 April 2026 - 22:00 WIB

Transaksi Rp2 Triliun Lebih, Misi Dagang Jatim-Kalteng

24 April 2026 - 18:55 WIB

Terekam CCTV, Rumah Kades Hoho Alkaf Dilempar Bom Molotov Mobilnya Hangus

24 April 2026 - 16:52 WIB

Setelah mengalami pengeroyokan di mapolsek sebulan lalu, Jumat dinihari 24 April 2026, rumah kades Hoho Alkad disatroni teroris. Pelaku melempar bom molotov di garasi mobilbya. Mobil Honda Turbonya terbakar. Foto: Instagram@ hoho_alkaf

Basalamah Mengaku tak Tahu Uang Rp8,4 Miliar yang Diserahkan ke KPK

24 April 2026 - 15:24 WIB

Dandy Pratama Wahyu Pemuda Asal Candipuro Lumajang, Korban Tewas Terjun dari Jembatan Cangar Batu

24 April 2026 - 14:30 WIB

Di Balik Perang Teluk, China Kuasai Cadangan Minyak 1,4 Miliar Barel

24 April 2026 - 09:22 WIB

Peringatan Hati Bumi, Tanam Pohon dan Bunga di Lingkungan Kantor Pemkab Jombang

24 April 2026 - 08:29 WIB

Ibu ibu PKK dan ASN di kantor pemkab Jomban, menanan pohon dan bunga peringati Hari Bumi, Rabu 23l2 April 2026. Foto: jombangksb.go.id
Trending di Headline