Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM – Di era gawai mendominasi, 130 keluarga Jombang pilih “kembali ke akar” pendidikan anak dalam arena Board Game Land 2025 oleh Ibu Profesional Jombang ubah Pendopo Kabupaten, Minggu, 14 Desember 2025, jadi laboratorium bermain edukatif—tanpa layar, penuh ikatan nyata.
Tema inti: “Keluarga Tangguh, Keluarga Tumbuh” via 7 board game modern + 25 permainan tradisional. Setiap game desainnya tepat sasaran: latih keterampilan sosial anak (komunikasi, kolaborasi), literasi emosional (empati, mengelola frustrasi), dan kreativitas (problem-solving tanpa cheat code).
“Ini sekolah pertama anak—di meja permainan!” tegas Kak Imas Ruba’iyah, Ketua Ibu Profesional Jombang. “Board game ajar anak sabar kalah-menang, baca ekspresi wajah teman, dan bangun strategi bersama. Hasilnya? Anak mandiri, percaya diri, jauh dari isolasi digital.”
Talkshow khusus parenting bareng Kak Ratna Palupi (A Home Team) dan Kak Della (Forum PUSPA Arimbi) ungkap fakta: bermain fisik tingkatkan dopamin alami, kurangi kecemasan anak 30%, dan kuatkan bonding orang tua-anak. “Target selanjutnya: remaja!” ujar Kak Della.
Puncak: Open Space Play + tari Beebo jadi pesta belajar. Kakek ajari cucu enggrang, ibu tandem anak Monopoly—semua umur naik level kecerdasan emosional.
Bukti nyata dari ibu peserta: “Anakku pemalu jadi pemberani! Board game latih dia hadapi tantangan nyata. Alhamdulillah, bahagia tanpa gadget.” Harapannya: “Lanjut 2026, tambah game literasi!”
Kolaborasi Rumah Merdeka, Forum PUSPA, A Home Team, Guk Yuk Jombang + Pemkab Jombang bukti: pendidikan anak tanpa gawai bisa viral di komunitas. Mulai dari Pendopo Jombang! **











