Menu

Mode Gelap

Ekonomi

BGN Minta Tambahan Rp 28 T, Menkeu Malah Ancam Akan Potong Anggaran

badge-check


					Menteri Keuangan Purbaya mengcnam akan memotong anggaran BGN, jika gagal menyerap anggara. BGN  saat ini baru mampu serap 13 persen anggaran Rp 77 triliun, tetapi mengajukan tambahan anggaran Rp 28 triliun. Foto: Instagram@kumparan Perbesar

Menteri Keuangan Purbaya mengcnam akan memotong anggaran BGN, jika gagal menyerap anggara. BGN saat ini baru mampu serap 13 persen anggaran Rp 77 triliun, tetapi mengajukan tambahan anggaran Rp 28 triliun. Foto: Instagram@kumparan

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani    |     Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan akan memangkas anggaran Badan Gizi Nasional (BGN),  jika penggunaan dana tidak maksimal. Jika BGN meminta tambahan dana sebesar Rp 28 triliun, itu masih mungkin, asal penggunaannya efisien.

“Jika benar-benar bisa memakai dana tersebut, ya kita tambahkan. Kalau tidak, ya kita potong,” kata Purbaya di Kantor BGN, Jakarta, Jumat, 26 September 2025.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, percaya bahwa mereka bisa menggunakan dana tambahan itu. Dia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah diprioritaskan oleh Presiden Prabowo dengan anggaran awal Rp 71 triliun dalam APBN 2025. Dengan tambahan Rp 28 triliun, total anggaran BGN akan menjadi Rp 99 triliun.

Namun, sampai 26 September, penggunaan anggaran MBG baru mencapai Rp 19,3 triliun atau sekitar 27 persen dari total anggaran yang ditentukan. Dadan juga mengakui bahwa anggaran Rp 71 triliun mungkin tidak akan sepenuhnya digunakan, tetapi dia yakin tambahan Rp 28 triliun dari Kementerian Keuangan akan terealisasi.

Badan Gizi Nasional (BGN) meminta tambahan sebesar Rp 28 triliun dari Kementerian Keuangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025. Tambahan ini di luar anggaran awal Rp 71 triliun, sehingga total anggaran untuk MBG yang diajukan menjadi Rp 99 triliun.

Permintaan tambahan ini didasarkan pada prediksi bahwa BGN hanya bisa menggunakan dana tambahan Rp 28 triliun sampai akhir tahun, dan tidak bisa lebih dari itu seperti Rp 50 triliun atau Rp 100 triliun dari cadangan yang disiapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa dana tambahan ini akan diambil dari cadangan yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dia akan mengawasi penggunaan dana BGN. Jika penggunaan dana berjalan baik, maka tambahan dana bisa disetujui. Namun, jika tidak, dana BGN bisa dikurangi.

Hingga 26 September 2025, penggunaan dana dari total Rp 71 triliun baru sekitar 27 persen atau Rp 19,3 triliun. Purbaya berencana untuk mengevaluasi penggunaan dana pada akhir Oktober 2025 untuk memutuskan mengenai tambahan anggaran.

Jadi, singkatnya, BGN meminta tambahan Rp 28 triliun ke Kemenkeu untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis, dan tambahan ini masih dalam evaluasi oleh Menkeu Purbaya yang mengawasi penggunaan dana itu. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anak Krakatau Erupsi Semburkan Lava Pijar 15 Km: GetaranTerasa di Jabar, Banten dan Lampung

6 September 2026 - 07:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

6 September 2026 - 07:03 WIB

Yayasan ALIT Selenggarakan Diseminsi 673 Vegetasi dan Pranata Mangsa Tengger

6 September 2026 - 06:52 WIB

Diskon Rp25.000 Bright Gas, Cek Waktunya

4 September 2026 - 20:00 WIB

Mentan: Naiknya Harga Beras akibat Kecurangan Produsen

4 September 2026 - 19:49 WIB

Karhutla, Ditutup Total Kawasan Wisata Kawah Ijen

4 September 2026 - 19:39 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 21:05 WIB

Sidoarjo-Nganjuk Terus ke Jombang: 256 dan 4 Guru SMPN 1 Kabuh Keracunan MBG

3 September 2026 - 20:35 WIB

Agar Tetap Eksis Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Dalam Setahun

3 September 2026 - 19:33 WIB

Trending di Nasional