Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
JOMBANG, SWARAJOMBANG.COM— Tokok dunia sekaligus Proklamator Indonesia Ir Soekarno selama 125 tahun ini terus bergema. Namanya masih menjadi perbincangan menarik bagi bangsa Indonesia, apalagi di bulan Juni ini.
Juni merupakan bulan Bung Karno. Karena Ir. Soekarno lahir 1 Juni. Ratusan buku tentang perjalanan hidupnya telah terbit, namun para peneliti dan sejarawan terus berusaha melengkapi dan menyempurnakan catatan sejarah tokoh Indonesia ini.
Di Jawa Timur, setidaknys ada tiga buku baru berisi dan mengupas sejarah Bung Karno, sehingga menambah informasi khasanah kepustakaan baru sejarah di negeri ini.
Pemkot Surabaya 25 Juni 2926, meluncurkan buku baru berjudul: Soekarno Arek Surabaya, di Dewan Kesenian Surabaya, Kamis, 25 Juni 2026.
Isinya mempertegas bahwa Bung Karno, lahir di Surabaya, 1 Juni 1901.
Temuan Baru dari Jombang
Sebelumnya, dua peneliti dan aktivis seharah dari Jombang yang juga menerbitkan karya masing-masing:
- Titik Nol Soekarno – Ploso 1902, karya Binhad Nurrohmat (inisiator situs Titik Nol Ploso Jombang), terbitan ketiga Januari 2026
- Menemukan Bung Karno di Jombang, karya Moch. Faisol (aktivis komunitas Kompas Jombang), cetakan kedua Desember 2025.
Kedua buku ini memaparkan temuan dan bukti baru yang menyimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, pada tanggal 1 Juni 1902.
Pandangan ini berbeda dengan catatan sejarah yang selama ini diterima luas, yang menyebutkan Bung Karno lahir di Surabaya pada 1 Juni 1901.
Perbedaan temuan ini kemudian memunculkan dua pandangan yang sering disebut sebagai “kubu Surabaya” dan “kubu Jombang” dalam membahas keakuratan tempat dan tanggal lahir Sang Proklamator.
Penelitian Tujuh Tahun
Pihak yang meyakini Bung Karno lahir di Surabaya tetap mempertahankan pendapatnya, sesuai catatan resmi dan pandangan sejarawan yang telah diakui selama lebih dari satu abad.
Sementara itu, Binhad Nurrohmat menegaskan bahwa kesimpulannya didasarkan pada penelitian selama tujuh tahun, yang melibatkan penelusuran artefak, salinan dokumen pendukung, serta keterangan dari saksi keturunan keluarga yang pernah mengasuh Bung Karno dan orang yang terlibat dalam upacara tradisional saat kelahirannya. Temuan tersebut kemudian ia rangkum dalam bukunya Titik Nol Soekarno – Ploso 1902.
Buku karya Binhad Nurrohmat dan Moch. Faisol ini kemudian diserahkan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, oleh Binhad Nurrohmat bersama Kuswartono, usai acara peluncuran buku Bung Karno, Arek Surabaya di Gedung DKS Surabaya pada 25 Juni 2026.
Kedua buku tersebut juga menjadi salah satu materi dalam diskusi bersama pakar sejarah dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan pada 1 Juni 2026.
Pertemuan ini menjadi momen pertama kalinya kedua pandangan yang berbeda bertemu dalam acara semi-formal untuk membahas kebenaran tempat dan tanggal kelahiran Bung Karno. DPC PDI Perjuangan bertindak sebagai penyelenggara sekaligus fasilitator dalam sarasehan sejarah bertajuk “Bung Karno Lahir di Ploso, Jombang, 1 Juni 1902”.
Acara ini tercatat sebagai peristiwa bersejarah, karena untuk pertama kalinya secara terbuka dan terkoordinasi, kedua pihak—baik pendapat yang menyebutkan Surabaya tahun 1901 maupun Jombang tahun 1902—saling memaparkan bukti dan argumen masing-masing.
Melalui karya penulis asal Jombang ini, dikemukakan fakta baru yang mengarahkan pandangan bahwa Bung Karno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, pada tanggal 1 Juni 1902.
Sudah waktunya pemerintah Indonesia, bisa melakukan uji sejarah untuk memastikan secara syahih dan ilmiah untuk menentukan tempat dan tanggal lahir Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno. **












