Menu

Mode Gelap

Nasional

Kerjasama Swiss-UEA Hasilkan Mesin Jet AI Kecepatan 28.000 Km/ Jam

badge-check


					Kerjasama Swiss-UEA Hasilkan Mesin Jet AI Kecepatan 28.000 Km/ Jam Perbesar

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

SWISS, SWARAJOMBANG.COM— Kerja sama Swiss dengan Uni Enirat Arab (UEA) menghasilkan inovasi teknologi antariksa dan melahirkan temuan yang mengubah cara pandang kita terhadap mesin pendorong terbang.

Salah satu terobosan terbaru datang dari perusahaan teknologi LEAP 71 yang berbasis di Swiss dan Uni Emirat Arab.

Mengandalkan sistem perhitungan cerdas bernama Noyron, mereka berhasil merancang mesin roket dengan karakteristik unik yang tidak dimiliki mesin konvensional.

Apa Itu Sistem Noyron?

Perlu dipahami, Noyron bukan nama perusahaan maupun merek dagang mesin, melainkan nama sistem algoritma dan kecerdasan buatan yang menjadi otak proses perancangannya.

Insinyur manusia tetap menentukan syarat teknis, batas keamanan, dan tujuan penggunaan, sedangkan sistem Noyron mengolah ribuan variasi bentuk, menghitung tekanan, suhu, serta aliran fluida untuk menghasilkan desain paling efisien dan tahan lama.

Mesin jet unggul ini dibuat menggunakan AI. Hasilnya luar biasa. Foto: ist

Cara Kerja

Mesin ini dirancang untuk membawa bahan bakar sekaligus oksigennya sendiri, sehingga mampu beroperasi tidak hanya di atmosfer Bumi, tetapi juga di ruang hampa udara.

Suhu di dalam ruang bakarnya mencapai 2.500–3.500°C — cukup panas untuk melelehkan sebagian besar jenis logam biasa.

Yang paling menarik, meski bagian dalamnya luar biasa panas, permukaan luar mesin justru bisa membeku dan tertutup lapisan es tipis. Ini bukan keajaiban, melainkan hasil sistem pendinginan canggih bernama pendinginan regeneratif.

Bahan bakar yang digunakan berwujud cair pada suhu sangat dingin, dialirkan melalui saluran-saluran kecil di dinding ruang bakar.

Sebelum dibakar, cairan ini menyerap panas dari dinding mesin agar tidak rusak. Akibatnya, suhu di bagian luar bisa turun hingga -150°C sampai -200°C, sehingga uap air di udara sekitar langsung membeku menempel menjadi lapisan pelindung alami.

Kecepatan & Daya Dorong

Mesin rancangan ini memiliki performa yang jauh lebih baik dibandingkan desain tradisional:

  • Kecepatan maksimum: Mampu mencapai lebih dari 28.000 km/jam, cukup untuk mengirimkan muatan ke orbit Bumi
  • Efisiensi dorong: Bentuk corong khusus yang dihitung AI membuat tenaga dorongnya 10–15% lebih tinggi, dan tetap optimal bekerja dari permukaan laut hingga ruang hampa udara
  • Waktu pembuatan: Berkat bantuan teknologi dan cetak 3D logam, proses dari konsep hingga uji coba nyala hanya membutuhkan 2–4 minggu, jauh lebih cepat dibanding cara konvensional yang bisa memakan waktu 1–2 tahun
  • Struktur lebih ringan: Dibuat sebagai satu kesatuan utuh, sehingga bobotnya berkurang tanpa mengurangi kekuatan.

Keunggulan Bahan Bakar

Mesin ini menggunakan kombinasi metana cair + oksigen cair, yang memiliki banyak kelebihan:
*  Bersih & awet: Menghasilkan sedikit endapan jelaga, sehingga mesin bisa diperbaiki dan dipakai ulang berkali-kali

* Nilai energi tinggi: Setiap kilogram bahan bakar menghasilkan tenaga dorong lebih besar dibandingkan jenis bahan bakar roket lama

* Berfungsi ganda: Suhunya yang sangat dingin (-162°C) sekaligus berperan sebagai cairan pendingin utama mesin

* Ekonomis & mudah didapat: Harganya lebih murah dan ketersediaannya lebih melimpah dibandingkan hidrogen cair

Perbedaan dengan Mesin Jet Biasa

Berikut perbandingan sederhananya:

* Sumber oksigen: Mesin roket membawanya sendiri; mesin jet mengambil dari udara sekitar

* Suhu kerja: Mesin roket mencapai 2.500–3.500°C; mesin jet hanya sekitar 1.200–1.800°C

* Kondisi luar: Mesin roket bisa membeku; mesin jet selalu panas karena hanya mengandalkan aliran udara sebagai pendingin

* Kegunaan: Mesin roket untuk antariksa; mesin jet untuk pesawat terbang di atmosfer

Saat ini, mesin ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba lebih lanjut. Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini diproyeksikan memangkas biaya perjalanan antariksa dan membuka peluang eksplorasi luar angkasa yang lebih terjangkau di masa depan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sasar Toko Emas, Pria Bersenjata Api Laras Panjang Jarah Perhiasan Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:44 WIB

Terdapat Luka Tembak di Kepala, Bos Otomotif Tewas di Kamar Hotel St Regis Jaksel

18 Juli 2026 - 22:10 WIB

50 Karyawan SGS Unjuk Rasa di Depan Disnaker Jombang: PHK Tipu-tipu

17 Juli 2026 - 21:07 WIB

Landas Pacu Bandara Juanda Direvitalisasi Agar Pesawat Jumbo Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

Rektor ITS: Tak Boleh Mahasiswa Mundur karena Biaya

17 Juli 2026 - 20:00 WIB

Beban Rp124 Miliar tapi Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga Undang Undang Sekaligus!

17 Juli 2026 - 14:55 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Jaringan Bisnis Besar di Bawah Kendali Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:27 WIB

Piala Dunia FIFA bukan Sekadar Hiburan, Hasil Survei Kadin-TVRI: Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong: Uang Rp124 Miliar Milik 300 Anggota tak Bisa Dicairkan

17 Juli 2026 - 05:32 WIB

Trending di Nasional