Menu

Mode Gelap

Pendidikan

Bersama Pakar Pendidikan Vokasi Jerman, Menko Muhadjir Bahas Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

badge-check


					Menko PMK, Muhadjir Effendy menerima audiensi Prof Keohler dari Jerman. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono) Perbesar

Menko PMK, Muhadjir Effendy menerima audiensi Prof Keohler dari Jerman. (Foto: SWARAJOMBANG.com/ Anwar Hudijono)

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Muhammad Tauhid

JAKARTA, SWARAJOMBANG.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerima audiensi Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan pada Departemen Pendidikan Vokasi Technische Universitaet Dresden – Jerman, Prof. DR. Thomas Köhler, pada Kamis (9/11/2023).

Dalam kesempatan itu, Menko PMK menyampaikan apresiasi atas atensi Prof. Dr. Thomas Köhler terhadap isu pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. Muhadjir memaparkan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi, di mana jumlah penduduk angkatan kerja berada di jumlah terbanyak. Namun persoalannya, dunia industri dan dunia kerja tidak dapat menampung seluruh angkatan kerja.

Muhadjir menyampaikan, saat ini pemerintah Indonesia tengah fokus pada menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing dan siap memasuki dunia kerja dan juga berdikari melalui aktivitas wirausaha. Salah satu bentuk nyata fokus pemerintah dalam menyiapkan hal tersebut adalah dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Muhadjir juga menambahkan bahwa jumlah siswa atau lulusan pendidikan vokasi di Indonesia lebih banyak dari pada jumlah formasi di industri besar, maka pendidikan di Indonesia juga diarahkan pada kompetensi berwirausaha dan juga pemagangan di UMKM.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, Prof. Dr. Thomas Köhler menyampaikan upaya-upaya Pemerintah Jerman dalam menyiapkan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi pada generasi muda. Salah satunya adalah dengan menyiapkan angkatan kerja menjadi entrepreneur, memberikan peluang usaha dan memberikan literasi digital.

Köhler menyampaikan, bila pemerintah Indonesia ingin menyiapkan generasi muda angkatan kerja produktif, maka bukan hanya dalam hal pendidikan dan pelatihan vokasi saja yang harus dilakukan, tetapi membentuk generasi muda untuk berdikari, menjadi entrepeneur, dan membuka usaha-usaha rintisan seperti industri Start Up. Termasuk juga menyediakan lapangan kerja dan kesempatan yang mumpuni untuk para generasi muda.

Selain audiensi dengan Menko PMK, Köhler akan melakukan pertemuan dengan Tim Nasional Koordinasi Vokasi (TKNV) untuk mendengar ide-ide dan aspirasi mengenai pengembangan vokasi di Indonesia. Disamping itu, akan dilakukan pula pertemuan dengan beberapa Rektor Perguruan Tinggi Jawa Timur baik swasta dan negeri yang akan dilakukan di Malang Jawa Timur. Prof Kohler juga akan mengunjungi center of excellent Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam menerima audiensi Prof. Kohler, Menko PMK Muhadjir didampingi oleh Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama dan Asdep Dikvoti.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Obat Termahal di Dunia Namanya Casgevy Rp35 M/Suntik, untuk Terapi Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Keputusan MK: Cabut Hak Pensiun Anggota DPR, Hasil Perjuangan Lita Gading dan Syamsul

16 Maret 2026 - 18:58 WIB

Bupati Warsubi Resmikan Gedung Al Aimmah dan Open House Ponpes Modern El-Haq Putra di Bareng

25 Januari 2026 - 19:20 WIB

Menteri Mochamad Irfan Didampingi Bupati Jombang Resmikan AIM dan AIBIS Milik Ponpes Al-Aqobah

25 Januari 2026 - 15:46 WIB

Kontrak Rp 1,65 Triliun, Waskita Karya Bangun 5 Sekolah Rakyat Termasuk di Jombang

22 Januari 2026 - 11:58 WIB

SDN 1 Batuporo Timur Sampang Punya 33 Siswa, tetapi Tiap Hari Terima 63 Porsi MBG

21 Januari 2026 - 19:51 WIB

Dua Remaja Pelajar SMP Digerebek Warga Kabuh Jombang, Tertangkap Basah Mesum di Kuburan Malam Hari

20 Januari 2026 - 19:38 WIB

Orang Tua dan Sekolah Minta Evaluasi Total Pasokan Makanan dari SPPG Miftahul Ulum

20 Januari 2026 - 18:50 WIB

Bantah Pungli SMAN Bandarkedungmulyo Rp3.320 Juta, Kadiknas Jatim: Tidak Ada Paksaan!

20 Januari 2026 - 18:30 WIB

Trending di Ekonomi