Menu

Mode Gelap

Headline

Bank Dunia Setujui Dana Hibah Rp 5,82 Triliun untuk Atasi Persoalan Sampah di Indonesia

badge-check


					Bank Sampah DLH Pemkab Jombang menyelenggarakan aksi mendorong penggunaan green fill dan minim sampah kepada masyarakat, Jumat 17 Oktober 2025. Foto: jombangkab.go.id Perbesar

Bank Sampah DLH Pemkab Jombang menyelenggarakan aksi mendorong penggunaan green fill dan minim sampah kepada masyarakat, Jumat 17 Oktober 2025. Foto: jombangkab.go.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno

JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM – Bank Dunia menyetujui proyek senilai US$350 juta (setara Rp5,82 triliun) pada 18 Desember 2025. Proyek Proyek Peningkatan Penyampaian Layanan Lokal (P3L2) ini bertujuan merombak sistem pengelolaan sampah di Indonesia, menyediakan lingkungan lebih bersih bagi 15 juta orang, serta perlindungan iklim lebih baik bagi 10 juta orang.

Inisiatif ini menjadi penerapan skala besar pertama hibah berbasis kinerja di sektor sampah padat Indonesia. Proyek menargetkan tantangan urbanisasi cepat dan lonjakan volume sampah di negara kepulauan ini. Banyak kota diproyeksikan mencapai 2–5 juta penduduk pada 2030, yang bakal meningkatkan produksi sampah secara signifikan.

Dana ini mendukung 30 pemerintah daerah melalui reformasi nasional, hibah berbasis kinerja, serta penguatan kapasitas lokal. Upaya ini menangani krisis sampah yang menghasilkan emisi metana hingga 48,58 juta ton CO2e pada 2022.

“Pemerintah pusat kini bekerja sama erat dengan daerah untuk atasi masalah sampah hingga 2029 lewat strategi beragam,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Dengan dukungan Bank Dunia dan solusi inovatif, kami targetkan visi nol sampah pada 2050–2060.”

Indonesia menghadapi tantangan pengelolaan sampah akut. Inspeksi terbaru ungkap hanya 9–10 persen sampah di 343 TPA nasional ditangani layak. Mayoritas fasilitas masih berupa TPA terbuka atau terkontrol, dengan hanya 5,3 persen memenuhi standar sanitasi.

Sektor sampah sumbang emisi metana terbesar, yakni 48,58 juta metrik ton CO2e pada 2022 atau 56 persen dari total nasional. Sebanyak 63 persen sampah kota bersifat organik yang mudah terurai, menjadikan TPA sumber utama gas rumah kaca ini.

Proyek awalnya fokus pada 30 daerah dengan reformasi nasional untuk tingkatkan pemilahan sampah di sumber dan minimisasi limbah. Hibah berbasis kinerja dorong layanan lebih baik, sementara pelatihan teknis dan penguatan institusi bangun kapasitas lokal.

“Melalui kemitraan kuat dengan Kemendagri dan Kementerian PUPR, proyek ini dorong ketahanan lingkungan serta kota berkelanjutan,” kata Carolyn Turk, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Ini juga ciptakan lapangan kerja hijau dan peluang ekonomi.”

Inisiatif ini lanjutkan program “Indonesia Bersih” yang telah majukan reformasi kebijakan dan infrastruktur. Namun, tantangan kapasitas, pendanaan, serta operasional lokal masih ada. Proyek ini targetkan lapangan kerja stabil sambil dukung transisi ke ekonomi sirkular. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nana Bikin Kontroversi Soal Adegan Berani dalam The Scandal

22 September 2026 - 20:01 WIB

Dihantam Kursi di Los Angeles, Solar MAMAMOO Memar

20 September 2026 - 18:14 WIB

Bintang Cantik Thailand akan Guncang Dunia Lewat Film Baru

15 September 2026 - 18:13 WIB

Raja Thailand Piloti Sendiri Pesawat Boeing 737-800 dengan Ratu sebagai Kopilot

15 September 2026 - 17:54 WIB

Miss Indonesia Peringkat Pertama Regional Asia dan Oseania

8 September 2026 - 19:07 WIB

Luana Lopes Lara Perempuan Muda Terkaya Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:28 WIB

Sultan Brunai Punya Putri Bungsu Cantik dan Berprestasi

2 September 2026 - 19:24 WIB

Indonesia Masuk 10 Besar Bersama 4 Negara Asia Tenggara Pengonsumsi Mie

30 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Aktris Cantik Tiongkok Kekayaan Bertambah Rp806 T, Berkat Bisnis Skincare

26 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Trending di Lifestyle