Menu

Mode Gelap

Headline

Agung Endro Kepala BKP-SDM Melapor ke Polres Gresik: Orang Catut Namanya Terbitkan SK Bodong ASN

badge-check


					Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo, melaporkan kasus dugaan penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Polres Gresik, Jumat 10 April 2026. Foto:ist Perbesar

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo, melaporkan kasus dugaan penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Polres Gresik, Jumat 10 April 2026. Foto:ist

Penulis: Sanny | Editor: Priyo Suwarno

GRESIK, SWARAJOMBANG.COM – Menindaklanjuti kasus dugaan SK ASN Bodong,  Kepala BKPSDM Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, resmi melaporkan dugaan penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Polres Gresik pada Jumat (10/4/2026), membongkar praktik gelap janji “lolos tanpa tes” yang kian meresahkan.

Agung, didampingi Kabag Hukum Mohammad Rum Pramudya, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Gresik dengan bukti konkret: enam lembar SK pengangkatan PNS dan PPPK serta Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) yang diduga dipalsukan secara cermat.

Pemalsuan ini mencakup nama fiktif, tanda tangan Agung yang dicatut, isi dokumen hingga kualitas kertas yang menyerupai asli.

Korban utama? Sembilan warga Gresik yang sudah mengenakan seragam PNS dan “berangkat kerja” berdasarkan surat haram tersebut—meski Pemkab Gresik menegaskan tak ada rekrutmen CPNS 2026, dan semua proses resmi hanya lewat sistem nasional terintegrasi.

Praktik ini beroperasi seperti sindikat terorganisir: pelaku mematok tarif Rp70-150 juta per orang untuk “jaminan lolos” tanpa tes resmi.

Hingga kini, enam korban membawa dokumen palsu langsung ke BKPSDM, sementara tiga lainnya melapor secara lisan. Pertanyaannya: berapa korban lain yang masih bungkam, dan sejauh mana jaringan pelaku meresap?

Respons Aparat 
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Gresik, Ipda Komang Andhika Prabu, mengonfirmasi laporan masih dalam tahap lidik (penyelidikan awal).

“Kami fokus pada dugaan pemalsuan surat. Korban lain diminta segera lapor agar penanganan lebih cepat dan menyeluruh,” tegasnya.

Agung menyerahkan seluruh proses pengungkapan ke penyidik, dengan nada tegas: “Sementara yang dilaporkan dokumennya. Nanti kita serahkan ke penyidik Polres.”

Tak tinggal diam, Inspektorat Pemkab Gresik di bawah Achmad Hadi telah membentuk tim khusus. “Sudah dua hari kami periksa internal terkait dugaan jual beli SK palsu.

Hasil klarifikasi segera kami konfirmasi,” ujar Achmad Hadi. Langkah ini krusial untuk membersihkan nama baik instansi dan mencegah kebocoran lebih luas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perkuat Sinergitas, Empat Pilar Peradilan Pidana Jombang Gelar Olahraga Bersama

24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:38 WIB

Laka Beruntun Libatkan Tiga Motor, Empat Orang Terluka Termasuk Bocah 7 Tahun

8 Juli 2026 - 14:15 WIB

Polsek Perak Tindak Tegas Pelaku Balap Liar

6 Juli 2026 - 19:13 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tangan Dewa Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi dari Malaysia Sembuhkan Ribuan Pasien

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Empat Pelaku Komplotan Curanmor Dibekuk Polisi Jombang

30 Juni 2026 - 19:34 WIB

Korsleting Listrik, Tiga Kamar Tidur Ludes Dilalap Api

29 Juni 2026 - 19:13 WIB

Dua Pakar Ortopedi Malaysia Nyatakan Robot Hanya Membantu, Peran Dokter Ahli Tetap Penentu

28 Juni 2026 - 13:01 WIB

Trending di Entertainment